Mengapa Jeroan Dianggap Bahaya Bagi Kesehatan?

Kompas.com - 14/11/2020, 10:05 WIB
Ilustrasi jeroan gabrielabertoliniIlustrasi jeroan

KOMPAS.com - Jeroan memang makanan "surgawi" yang bisadiolah menjadi berbagai menu memanjakan lidah.

Namun, jangan terlena dengan rasanya yang nikmat. Makan jeroan terlalu banyak bisa memicu berbagai masalah kesehatan.

Pasalnya, jeroan kaya akan kolesterol yang tak bisa dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.

Jeroan berupa ginjal dan hati, misalnya, dalam 3,5 ons saja sudah mengandung 127 persen rekomendasi harian kolesterol.

Baca juga: Sering Dianggap Buruk, Jeroan Juga Punya Manfaat Kesehatan

Kolesterol dalam makanan memang tidak memiliki efek signifikan pada tubuh.

Akan tetapi, bagi beberapa orang yang sensitif terhadap kolesterol makanan bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan.

Jeroan juga kaya akan lemak jenuh dan purin yang bisa memicu berbagai masalah kesehatan.

Bahaya konsumsi jeroan

Bagi orang yang sensitif terhadap kolesterol dalam makanan, mengonsumsi jeroan bisa mengakibatkan peningkatan kolesterol dalam darah.

Kondisi ini meningkatkan risiko penyumbatan arteri, dan penyakit jantung.

Data dari Medical News juga mengatakan, konsumsi lemak jenuh harus dibatasi maksimal 10 persen dari kalori harian.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X