Kompas.com - 21/11/2020, 12:00 WIB
Ilustrasi seorang pria yang sedang sakit ShutterstockIlustrasi seorang pria yang sedang sakit

KOMPAS.com - Umumnya, pria cenderung cuek dengan kondisi kesehatan mereka.

Padahal, kombinasi gaya hidup yang buruk dan kurang memerhatikan kondisi kesehatan bisa mendekatkan mereka pada "silent killer".

Silent killer merupakan istilah untuk penyakit yang tak menunjukan gejala. Terkadang, penyakit yang masuk daftar "silent killer" ini muncul dengan gejala yang seringkali luput dari perhatian.

Padahal, jika tak segera ditangani kondisi tersebut bisa menyebabkan kerusakan permanen dan merengut nyawa.

Baca juga: 5 Cara Mudah Mengatasi Tekanan Darah Tinggi

Berikut 4 daftar penyakit yang masuk kategori "silent killer" di kalangan pria:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Penyakit jantung

Penyakit jantung adalah salah satu penyebab utama kematian pria.

Penyakit ini memengaruhi kondisi jantung dan pembuluh darah, yang bisa memicu gagal jantung, angina, penyakit arteri koroner, dan aritmia.

Melansir data Piedmont Healthcare, satu dari empat pria meninggal karena penyakit jantung setiap tahun.

Penyakit ini tergolong mematikan karena seringkali tak menunjukan gejala pada tahap awal.

Menurut ahli jantung Jyoti Syarma, ada beberapa faktor risiko yang seringkali memicu penyakit jantung, yakni tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan faktor genetik.

Seringkali, faktor risiko tersebut tak dirasakan oleh banyak orang, khususnya kalangan pria.

"Jika dibiarkan, faktor risiko ini bisa semakin bertambah. Itu sebabnya, sangat penting melakukan pemeriksaan rutin," saran Syarma.

2. Kanker prostast

Kanker prostat adalah jenis kanker paling umum di antara pria, setelah kanker kulit.

Menurut ahlionkologi Spencer Kozin, kanker prostat seringkali tidak menimbulkan gejala hingga menyebar ke seluruh tubuh.

"Jika sudah menyebar, penyakitnya tidak lagi bisa disembuhkan, hanya bisa diobati," tambah Kozin.

Oleh karena itu, Kozin menyarankan para pria untuk melakukan skrining antigen khusus prostat (PSA) secara teratur guna melakukan deteksi dini.

Penelitian menunjukkan bahwa skrining PSA secara teratur dapat menurunkan risiko kematian akibat kanker prostat hingga lebih dari 25 persen.

“Pembunuh diam-diam ini dapat dihentikan dengan melakukan deteksi sedini mungkin," ujarnya.

3. Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi juga termasuk "silent killer" yang bisa memicu komplikasi fatal, terutama serangan jantung.

Menurut ahli pengobatan keluarga Vikash Modi, hipertensi bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti stres, pola makan buruk, dan genetik.

"Butuh proses panjang dan kesabaran untuk mengembalikan tekanan darah ke tingkat normal ketika sudah terjadi hipertensi," ujar MOdi.

Apalagi, komplikasi akibat hipertensi bisa terjadi dalam waktu lama dan muncul tanpa gejala.

Baca juga: Bahaya Kesehatan Akibat Dinding Rumah Berjamur

4. Diabetes

Di negara maju sekelas AS, diabetes telah menjadi penyebab kematian utama nomor tujuh.

Diabetes dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, dan dapat menyebabkan masalah pada mata, kulit, dan sistem saraf.
Gejala diabetes mudah tidak terdeteksi. Namun, gejala awal yang seringkali tak disadari bisa berupa berikut:

  • sering buang air kecil kelelahan
  • penurunan berat badan
  • penglihatan kabur.

Menerapkan gaya hidup sehat dan menjadwalkan pemeriksaan rutin dapat membantu mencegah atau menghentikan "silent killer" ini sebelum terlambat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Trikomoniasis
Trikomoniasis
PENYAKIT
Asites
Asites
PENYAKIT
Aritmia
Aritmia
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Skizoafektif

Skizoafektif

Penyakit
7 Fungsi Kalium untuk Tubuh

7 Fungsi Kalium untuk Tubuh

Health
Trakhoma

Trakhoma

Penyakit
6 Gejala Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

6 Gejala Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Otak

Abses Otak

Penyakit
10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Hemangioma

Hemangioma

Penyakit
2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Displasia Fibrosa

Displasia Fibrosa

Penyakit
10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

Health
13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

Health
16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

Health
Klamidia

Klamidia

Penyakit
5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.