Kompas.com - 14/12/2020, 06:02 WIB
Ilustrasi ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan di masa pandemi Covid-19. Ilustrasi ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan di masa pandemi Covid-19.

KOMPAS.com - Sejumlah ibu hamil barangkali pernah mendengar anggapan, detak jantung janin bisa digunakan sebagai patokan jenis kelamin bayi.

Anggapan tersebut menyebut, detak jantung janin kurang dari 140 kali per menit (bpm) artinya ibu hamil bayi laki-laki.

Sedangkan, detak jantung janin perempuan ditandai dengan degup jantung bayi di dalam kandungan lebih dari 140 kali per menit (bpm).

Baca juga: 10 Penyebab Haid Terlambat Selain Hamil

Benarkah detak jantung janin dapat jadi tanda jenis kelamin bayi di dalam kandungan?

Riset detak jantung janin dan jenis kelamin

Dilansir dari What to Expect, sejumlah penelitian medis membuktikan teori prediksi jenis kelamin bayi berbasis detak jantung janin tidak terbukti, alias mitos belaka.

Studi pada 2018 yang meneliti 10.000 kehamilan menemukan, detak jantung janin perempuan di awal kehamilan sedikit lebih tinggi daripada janin laki-laki.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, para ahli hanya menemukan perbedaan dengan angka sangat kecil dan tidak signifikan seperti mitos yang berkembang.

Baca juga: Kenali Detak Jantung Janin Normal dan Kapan Mulai Terdeteksi

Faktanya, detak jantung janin normal berfluktuasi antara 120 sampai 160 kali per menit (bpm). Hasil pengukuran tersebut bisa bervariasi tergantung aktivitas bayi di dalam kandungan.

Selain tes genetik, satu-satunya cara mengetahui jenis kelamin bayi paling akurat adalah menunggu sampai buah hati di dalam kandungan ibu hamil lahir.

Baca juga: Hamil di Usia 40 Tahun ke Atas, Kenali Peluang dan Risikonya…

Cara mengetahui jenis kelamin bayi

Ilustrasi hamilHoneyriko Ilustrasi hamil
Dilansir dari Healthline, jenis kelamin bayi ditentukan setelah sperma bertemu dengan sel telur.

Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sifilis

Sifilis

Penyakit
Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Serangan Jantung?

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Serangan Jantung?

Health
Psikosis

Psikosis

Penyakit
4 Gejala Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

4 Gejala Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

Health
Nistagmus

Nistagmus

Penyakit
6 Makanan Rendah Natrium untuk Meningkatkan Kesehatan Jantung

6 Makanan Rendah Natrium untuk Meningkatkan Kesehatan Jantung

Health
Tamponade Jantung

Tamponade Jantung

Penyakit
9 Gejala Kekurangan Natrium yang Perlu Diwaspadi

9 Gejala Kekurangan Natrium yang Perlu Diwaspadi

Health
Intoleransi Laktosa

Intoleransi Laktosa

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

Health
Cacar Monyet

Cacar Monyet

Penyakit
 4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

Health
Buta Warna

Buta Warna

Penyakit
13 Penyebab Air Liur Meningkat yang Perlu Diwaspadai

13 Penyebab Air Liur Meningkat yang Perlu Diwaspadai

Health
Cedera Tendon Achilles

Cedera Tendon Achilles

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.