Kompas.com - 26/01/2021, 20:02 WIB
Ilustrasi asam urat ThamKCIlustrasi asam urat

KOMPAS.com - Untuk mengatasi kadar asam urat tinggi, penderita perlu mengonsumsi obat agar penyakit terkendali.

Tujuan utama pemberian obat asam urat untuk menghilangkan nyeri dan mencegah terjadinya komplikasi.

Seperti diketahui, kadar asam urat tinggi dapat memicu nyeri hebat yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Selain itu, penyakit ini berisiko menimbulkan komplikasi berbahaya seperti penyakit jantung, ginjal, dan kerusakan organ lainnya.

Baca juga: Asam Urat dan Kolesterol Tinggi Berkaitan Erat, Begini Baiknya…

Obat asam urat yang diberikan kepada penderita umumnya berupa obat untuk mengurangi peradangan, anti-nyeri, dan menurunkan kadar asam urat.

Berikut beberapa jenis obat asam urat dan efek sampingnya yang perlu diketahui:

1. Indometasin

Dilansir dari buku Asam Urat oleh Tim Vitahealth, jenis obat asam urat yang sering diresepkan dokter adalah indometasin atau indomethacine.

Contoh obat jenis indometasin antara lain Benocid, Dialon, Rheumatin, dan Confortid.

Obat anti-inflamasi non-steroid (AINS) ini biasanya diberikan dengan dosis awal 50 miligram per enam jam.

Bila kondisi penyakit sudah membaik, dosisnya dikurangi 25 miligram per tiga atau empat kali sehari selama lima hari.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X