Kompas.com - 30/01/2021, 14:08 WIB
Ilustrasi makan makanan pedas. Ilustrasi makan makanan pedas.

KOMPAS.com – Makanan pedas adalah salah satu suguhan yang paling digemari oleh masyarakat Indonesia.

Beberapa orang bahkan mungkin merasa kurang nafsu makan apabila belum menambahkan makanan dengan sambal atau saus.

Namun sayang, makanan pedas juga kerap menyebabkan sebagian orang harus lari ke kamar mandi karena diare beberapa jam kemudian.

Baca juga: 6 Manfaat Makanan Pedas, Redakan Pilek hingga Cegah Penyakit Jantung

Memahami mengapa makanan pedas dapat menyebabkan diare kiranya bisa membantu mencegah situasi yang tidak menguntungkan ini.

Ini alasan makanan pedas bisa sebabkan diare

Terkadang orang mengira bahwa diare mungkin pertanda atau gejala bahwa ada yang tidak beres pada saluran pencernaannya.

Tapi, reaksi tubuh terhadap makanan pedas benar-benar normal dan ini hanyalah tanda bahwa tubuh sedang bekerja keras melindungi Anda dari bahaya yang dirasakan.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Mengapa Makanan Pedas Bisa Sebabkan Diare?
Mengenal alasan makanan pedas bisa menyebabkan diare kiranya bisa membantu mencegah kondisi tidak menyenangkan ini terjadi.
Bagikan artikel ini melalui

Melansir Very Well Health, makanan yang dibuat dengan bumbu pedas seperti cabai mengandung bahan kuat yang disebut capsaicin, yang dapat mengiritasi tubuh.

Hal ini menjelaskan mengapa, ketika kulit Anda bersentuhan dengan cabai, dapat menyebabkan rasa terbakar.

Begitu juga saat Anda menyantap makanan pedas, menindaklanjutinya dengan minum air dingin bisa membantu meredakan perasaan bahwa Anda baru saja menelan “bola api”.

Tak heran jika capsaicin juga bisa mengiritasi lapisan lambung atau usus.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masuk Angin

Masuk Angin

Penyakit
11 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Pertama

11 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Pertama

Health
Lidah Perih

Lidah Perih

Penyakit
15 Gejala Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

15 Gejala Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
Kram Perut

Kram Perut

Penyakit
Tidak Mengalami KIPI, Apakah Vaksin Covid-19 Tetap Bekerja?

Tidak Mengalami KIPI, Apakah Vaksin Covid-19 Tetap Bekerja?

Health
Malnutrisi

Malnutrisi

Penyakit
Penyebab Nyeri Dada pada Wanita yang Harus Diwaspadai

Penyebab Nyeri Dada pada Wanita yang Harus Diwaspadai

Health
Anosmia

Anosmia

Penyakit
Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cuka Apel

Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cuka Apel

Health
Pantat Pegal

Pantat Pegal

Penyakit
12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

Health
Perut Buncit

Perut Buncit

Penyakit
Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Health
Kulit Belang

Kulit Belang

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.