Kompas.com - 12/02/2021, 12:29 WIB
Ilustrasi serangan jantung, jantung berdebar ShutterstockIlustrasi serangan jantung, jantung berdebar

KOMPAS.com - Serangan jantung terjadi ketika pembuluh darah arteri koroner yang menyuplai darah ke jantung tersumbat.

Penyumbatan pembuluh darah ke jantung ini bisa menghentikan dan mengurangi aliran darah serta oksigen yang masuk ke jantung.

Dalam dunia medis, serangan jantung dikenal dengan istilah infark miokard.

Baca juga: Hati-hati, Ini 11 Tanda Penyakit Jantung yang Kerap Diabaikan

Dilansir dari Heart Foundation, penyebab serangan jantung paling umum yakni penyakit jantung koroner.

Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah arteri koroner menyempit karena tertutup plak dari lemak dan kolesterol.

Penyempitan arteri ini menghambat aliran darah yang masuk ke otot jantung secara signifikan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat terjadi serangan jantung, plak dari dinding arteri bisa pecah dan membentuk gumpalan.

Gumpalan tersebut menghalangi aliran darah yang melewati arteri. Dampaknya, otot jantung bisa rusak.

Selain itu, serangan jantung juga disebabkan pembuluh darah arteri koroner yang kejang cukup parah.

Penyebab serangan jantung lainnya yang kurang lazim namun terkadang terjadi yakni robeknya dinding pembuluh arteri koroner.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X