Kompas.com - 11/03/2021, 08:08 WIB
Ilustrasi batu empedu Shutterstock/Emily frostIlustrasi batu empedu

KOMPAs.com – Seperti penyakit batu ginjal, penyakit batu empedu mungkin sudah sering terdengar di telinga.

Batu empedu adalah gumpalan padat yang terbentuk di kantong empedu.

Kantong empedu sendiri adalah organ kecil yang berada di bawah organ hati.

Baca juga: Apakah Batu Empedu Berbahaya?

Sesuai namanya, kantong empedu merupakan kantong yang menyimpan empedu, cairan kuning kehijauan yang membantu proses pencernaan.

Penyebab batu empedu

Merangkum Health Line, tidak diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab batu empedu terbentuk di kantong empedu.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Batu Empedu Sakitnya di Mana?
Kenali sakit yang bisa menjadi tanda atau gejala batu empedu sebagai upaya mencegah penyakit ini berkembang dan mengancam jiwa.
Bagikan artikel ini melalui

Tapi, beberapa teori telah mengemuka.

Penyebab batu empedu mungkin termasuk:

1. Empedu mengandung terlalu banyak kolesterol

Biasanya, empedu mengandung cukup bahan kimia untuk melarutkan kolesterol yang dikeluarkan oleh hati.

Tetapi jika hati mengeluarkan lebih banyak kolesterol daripada yang dapat dilarutkan oleh empedu, kelebihan kolesterol tersebut dapat terbentuk menjadi kristal dan akhirnya menjadi batu.

2. Empedu mengandung terlalu banyak bilirubin

Bilirubin adalah bahan kimia yang diproduksi saat hati menghancurkan sel darah merah tua.

Beberapa kondisi, seperti kerusakan hati dan kelainan darah tertentu dapat menyebabkan hati memproduksi lebih banyak bilirubin dari yang seharusnya.

Baca juga: 7 Makanan yang Baik untuk Kesehatan Empedu

Batu empedu pigmen terbentuk saat kantong empedu tidak dapat memecah kelebihan bilirubin.

Batu keras ini sering kali berwarna cokelat tua atau hitam.

3. Kantong empedu tidak kosong dengan benar

Kantung empedu perlu mengosongkan empedu agar sehat dan berfungsi dengan baik.

Apabila kantong empedu gagal mengosongkan isi empedu, empedu menjadi terlalu terkonsentrasi, kemudian menyebabkan terbentuknya batu empedu.

Komplikasi batu empedu

Kebanyakan batu empedu dilaporkan tidak berbahaya. 

Namun, batu empedu bisa berkembang menjadi berbahaya.

Merangkum Mayo Clinic, ada sejumlah komplikasi batu empedu yang dapat terjadi.

Ini termasuk:

1. Peradangan kantong empedu

Batu empedu yang bersarang di leher kantong empedu dapat menyebabkan radang kantong empedu (kolesistitis).

Kolesistitis dapat menyebabkan nyeri hebat dan demam.

Baca juga: Batu Ginjal Sakitnya di Mana?

2. Penyumbatan saluran empedu

Batu empedu dapat menyumbat saluran tempat empedu mengalir dari kantong empedu atau hati ke usus kecil.

Nyeri hebat, ikterus (warna kuning yang dapat terlihat pada sklera, selaput lender, kulit atau organ lain akibat penumpukan bilirubib), dan infeksi saluran empedu dapat terjadi akibat kondisi ini.

3. Penyumbatan saluran pankreas

Duktus pankreas adalah saluran yang mengalir dari pankreas dan terhubung ke saluran empedu sebelum memasuki duodenum.

Jus pankreas yang membantu pencernaan, mengalir melalui duktus pankreas.

Batu empedu dapat menyebabkan penyumbatan di duktus pankreas, yang kemudian bisa juga menyebabkan peradangan pankreas (pankreatitis).

Pankreatitis menyebabkan sakit perut yang hebat dan terus-menerus dan biasanya membutuhkan rawat inap.

4. Kanker kandung empedu

Orang dengan riwayat batu empedu dilaporkan juga memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker kantong empedu.

Berbagai komplikasi ini tentu tak layak disepelekan.

Oleh sebab itu, penting untuk mengenali gejala batu empedu sebelum penyakit ini telanjur berkembang.

Baca juga: 12 Makanan yang Mengandung Kolesterol Tinggi

Lantas, batu empedu sakitnya di mana?

Melansir Top Doctors, nyeri dari batu empedu biasanya muncul di bagian atas perut, dekat dengan tulang dada atau tepat di bawah tulang rusuk kanan.

Rasa sakit ini biasanya spasmodik atau kolik yang berarti datang dan pergi secara bergelombang.

Sakit batu empedu terkadang bisa berpindah ke punggung ke arah tulang belikat (skapula) kanan juga.

Nyeri mungkin berhubungan dengan muntah atau intoleransi terhadap makanan berlemak.

Sakit batu empedu bisanya dapat dihindari dengan menghindari makanan berlemak seperti gorengan, mentega, keju, dan produk susu dengan kandungan lemak tinggi.

Kapan harus ke dokter?

Sebaiknya buatlah janji dengan dokter jika Anda memiliki tanda atau gejala yang membuat Anda khawatir tentang kondisi batu empedu.

Sementara, cari perawatan segera jika Anda mengembangkan tanda dan gejala komplikasi batu empedu yang serius, seperti:

  • Sakit perut sangat hebat sehingga Anda tidak bisa duduk diam atau menemukan posisi yang nyaman
  • Menguningnya kulit Anda dan bagian putih mata (penyakit kuning)
  • Demam tinggi disertai menggigil

Baca juga: 11 Makanan yang Mengandung Lemak Tinggi tapi Justru Menyehatkan


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Sakit Kepala
Sakit Kepala
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lesi Kulit

Lesi Kulit

Penyakit
Benarkah Tidur dengan Rambut Basah Bisa Memicu Penyakit?

Benarkah Tidur dengan Rambut Basah Bisa Memicu Penyakit?

Health
Badan Lemas

Badan Lemas

Penyakit
Fenomena Gancet saat Berhubungan Seksual, Bagaimana Fakta Medisnya?

Fenomena Gancet saat Berhubungan Seksual, Bagaimana Fakta Medisnya?

Health
Pinggiran Lidah Bergelombang

Pinggiran Lidah Bergelombang

Penyakit
3 Cara Mengobati Kencing Batu

3 Cara Mengobati Kencing Batu

Health
Infeksi Parasit

Infeksi Parasit

Penyakit
Lidah Geografik

Lidah Geografik

Penyakit
Bibir Sobek

Bibir Sobek

Penyakit
Cedera Olahraga, Pentingnya “Sedia Payung Sebelum Hujan” Bagi Atlet

Cedera Olahraga, Pentingnya “Sedia Payung Sebelum Hujan” Bagi Atlet

Health
Kaki Panjang Sebelah

Kaki Panjang Sebelah

Penyakit
Kisah M. Habib Shaleh, 'Lahir Kembali' setelah Koma Cedera Olahraga

Kisah M. Habib Shaleh, "Lahir Kembali" setelah Koma Cedera Olahraga

Health
Gangguan Elektrolit

Gangguan Elektrolit

Penyakit
4 Teh Herbal yang Bisa Mengatasi Sembelit

4 Teh Herbal yang Bisa Mengatasi Sembelit

Health
Leher Kaku

Leher Kaku

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.