Kompas.com - 10/03/2021, 08:01 WIB
Ilustrasi bayi lahir PIXELSIlustrasi bayi lahir

KOMPAS.com - Hipospadia merupakan salah satu jenis kelainan penis bawaan pada bayi laki-laki.

Kelainan bawaan ini membuat tampilan serta fungsi penis tidak normal seperti alat kelamin pria lainnya.

Hipospadia membuat pengidapnya kesulitan kencing dengan posisi berdiri dan harus buang air kecil dengan posisi jongkok atau duduk.

Jika tidak ditangani, hipospadia juga dapat menyulitkan hubungan seks karena menyebabkan gangguan ereksi dan ejakulasi.

Berikut penjelasan lebih lanjut apa itu hipospadia, penyebab, sampai cara mengatasinya.

Baca juga: 7 Gejala Hipoglikemia pada Bayi Baru Lahir dan Penyebabnya

Apa itu hipospadia?

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, hipospadia adalah kelainan bawaan di mana lubang pembukaan uretra tidak berada di ujung penis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Uretra adalah saluran kemih untuk mengalirkan urine dari kandung kemih keluar tubuh.

Pada pengidap hipospadia, uretra terbentuk secara tidak normal selama minggu kedelapan sampai ke-14 kehamilan.

Berdasarkan letak lubang bukaan uretra, terdapat tiga jenis hipospadia, di antaranya:

  • Subkoronal: Pembukaan uretra di dekat kepala penis
  • Poros tengah: Pembukaan uretra terletak di sepanjang batang penis
  • Penoskrotal: Pembukaan uretra terletak di pertemuan penis dan skrotum

Selain berbeda lokasi bukaan uretra, kelainan penis ini ada yang sifatnya ringan sampai parah.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X