Kompas.com - 19/04/2021, 16:09 WIB

KOMPAS.com - Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah detoks yang digadang-gadang baik untuk kesehatan.

Detoksifikasi merupakan pembuangan racun secara alami dari tubuh.

Setiap hari organ hati, ginjal, usus dan sistem limfatik melakukan proses detoksifikasi untuk dirikita.

Namun, tubuh kita terpapar banyak bahan kimia setiap harinya, baik dari makanan, udara, kosmetik, dan sejenisnya.

Beberapa di antaranya sangat berbahaya dan dapat menyebabkan potensi kerusakan.

Untuk membuat hati dan ginjal bekerja lebih efisien, kita membutuhkan detoksifikasi tambahan.

Cara detoksifikasi

Melakukan detoksifikasi memiliki berbagai fungsi, seperti membuat organ beristirahat dari kerja keras dan merangsang hati untuk membuang racun.

Detoksifikasi juga meningkatkan pembuangan racun melalui feses, urin dan keringat sekaligus meningkatkan sirkulasi tubuh.

Untuk mendapatkan manfaat tersebut, kita bisa melakukan detoksifikasi dengan berbagai cara. Berikut cara untuk melakukan detoksifikasi:

  • Puasa.
  • Minum jus buah dan sayuran segar, smoothie, air, dan teh.
  • Minum hanya cairan tertentu, seperti air garam atau jus lemon.
  • Menghilangkan makanan tinggi logam berat, kontaminan, dan alergen.
  • Mengonsumsi suplemen atau herbal.
  • Menghindari semua makanan yang menyebabkan alergi, lalu perlahan-lahan mengenalkannya kembali.
  • Menggunakan obat pencahar atau pembersih usus besar.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Menghentikan konsumsi alkohol, kopi, rokok, dan gula rafinasi.

Selain cara tersebut, kita juga bisa melakukan detoksifikasi dengan menerapkan pola makan bersih. Sebab, apa yang kita makan merefleksikan kesehatan fisik dan mental kita.

Sayangnya, mekanisme kerja detoksidikasi tidak jelas. Selain itu, hampir tidak ada bukti bahwa diet detoks dapat menghilangkan racun dari tubuh Anda.

Apalagi, tubuh Anda mampu membersihkan dirinya sendiri melalui hati, feses, urin, dan keringat. Hati membuat zat beracun tidak berbahaya, lalu membuangnya dari tubuh Anda.

Meskipun demikian, ada beberapa bahan kimia yang mungkin tidak mudah dihilangkan secara alami, seperti polutan organik persisten (POPs), ftalat, bisphenol A (BPA), dan logam berat.

Bahan kimia tersebut cenderung menumpuk di jaringan lemak atau darah. Bisa membutuhkan waktu yang sangat lama - bahkan bertahun-tahun - untuk mengeluarkannya dari tubuh.

Tanda tubuh memerlukan detoks

Ada beberapa tanda yang mengindikasikan tubuh kita memerlukan detoks.

Berikut tanda tersebut:

  • kelelahan kronis
  • pencernaan buruk
  • kulit teriritasi
  • alergi
  • mata sembab
  • kekebalan tubuh melemah
  • perut kembung
  • gangguan mood yang sering terjadi
  • emosi tidak terkontrol.

Semua hal tersebut merupakan tanda bahwa ada yang salah dengan tubuh kita.

Untuk memperbaikinya, kita perlu membersihkan tubuh dari racun-racun yang ada.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.