Kompas.com - 19/04/2021, 10:10 WIB
ilustrasi ibu sedang membersihkan BAB bayi SHUTTERSTOCKilustrasi ibu sedang membersihkan BAB bayi

KOMPAS.com - Momen melahirkan dan persalinan bisa menjadi saat yang menggembirakan dan menyenangkan.

Tapi, beberapa wanita mungkin bergumul dengan kesehatan mental saat mereka bertransisi menjadi ibu.

Gangguan kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, atau gangguan obsesif-kompulsif dapat muncul selama atau setelah kehamilan.

Selain itu, gangguan stres pascatrauma terkait kelahiran, psikosis juga dapat terjadi setelah melahirkan.

Selama masa nifas, sekitar 85 persen wanita mengalami beberapa jenis gangguan suasana hati.

Sebagian besar gejalanya bersifat ringan dan hanya terjadi dalam jangka pendek saja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, 10 sampai 15 persen wanita mengalami gejala depresi atau kecemasan yang lebih signifikan.

Baca juga: 7 Penyebab Lemak Menumpuk di Perut yang Baik Diantisipasi

Gangguan kesehatanmental pasca persalinan juga terbagi dalam tiga kategori berikut, yakni:

1. Baby blues

Sekitar 50 hingga 85 persen wanita mengalami baby blues selama beberapa minggu pertama setelah melahirkan.

Karena hal ini umum terjadi, banyak orang menganggapnya sebagai pengalaman normal setelah melahirkan daripada masalah mental.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X