Kompas.com - 01/07/2021, 15:00 WIB
Ilustrasi orang tua tinggal sendirian. SHUTTERSTOCKIlustrasi orang tua tinggal sendirian.

KOMPAS.com - Pneumonia sendiri merupakan merupakan salah satu dari 10 penyebab kematian teratas di Indonesia.

Menurut informasi dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, sekitar 1,4 juta orang di seluruh dunia tercatat meninggal akibat pneumonia setiap tahunnya.

Pneumonia umumnya lebih rentan menyerang lansia berusia 50 tahun ke atas.

Lansia yang mengidap pneumonia juga lebih rentan mengalami komplikasi lebih lanjut seperti abses paru-paru dan keracunan darah (sepsis).

Bagaimana cara mencegah pneumonia dikalangan lansia?

Dalam sebuah acara peringatan Hari Keluarga Nasional Dokter spesialis paru dan pernapasan RS Pondok Indah, dr. Amira Anwar, Sp.P, FAPSR, mengatakan peran anak sangat besar untuk mencegah pneumonia di kalangan orangtua.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

3 Peran Anak untuk Cegah Pneumonia di Kalangan Lansia
Pneumonia umumnya lebih rentan menyerang lansia berusia 50 tahun ke atas. Bagaimana mencegahnya?
Bagikan artikel ini melalui

Baca juga: Waspada, Penurunan Berat Badan Tiba-Tiba bisa Jadi Gejala Diabetes

Berikut tiga peranan anak untuk mencegah pneumonia dikalangan lansia:

1. Menjaga pola hidup sehat bagi orang tua

Kebersihan tempat tinggal dan pola makan yang berimbang merupakan faktor utama untuk menjaga daya tahan tubuh dan mencegah beragam penyakit termasuk pneumonia.

Namun, seiring bertambahnya usia, orang tua dapat merasa terlalu lelah untuk membersihkan lingkungan tempat tinggal serta juga menyiapkan makanan yang bergizi seimbang.

“Anak dapat membantu membersihkan lingkungan tempat tinggal dan selalu memastikan asupan gizi seimbang untuk orang tua mereka,"ucap dr Amira.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Kejang Demam
Kejang Demam
PENYAKIT
Konstipasi
Konstipasi
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

17 Kebiasaan Buruk yang Bisa Merusak Jantung

17 Kebiasaan Buruk yang Bisa Merusak Jantung

Health
Nyeri Punggung

Nyeri Punggung

Penyakit
13 Gejala Pembengkakan Hati yang Perlu Diwaspadai

13 Gejala Pembengkakan Hati yang Perlu Diwaspadai

Health
Osteomalasia

Osteomalasia

Penyakit
4 Cara Menghilangkan Lemak Perut Saran Ahli

4 Cara Menghilangkan Lemak Perut Saran Ahli

Health
Sakit Gigi

Sakit Gigi

Penyakit
Pendarahan Otak Bisa Menyebabkan Kematian, Cegah dengan Cara Berikut

Pendarahan Otak Bisa Menyebabkan Kematian, Cegah dengan Cara Berikut

Health
Anodontia

Anodontia

Penyakit
Mengapa Demam Bisa Membahayakan Pasien Kanker?

Mengapa Demam Bisa Membahayakan Pasien Kanker?

Health
Sakit Kepala Tegang

Sakit Kepala Tegang

Penyakit
Memahami Penyebab dan Gejala Infeksi Usus Buntu

Memahami Penyebab dan Gejala Infeksi Usus Buntu

Health
Inkompatibilitas ABO

Inkompatibilitas ABO

Penyakit
3 Aktivitas yang Membawa Risiko Tinggi Covid-19

3 Aktivitas yang Membawa Risiko Tinggi Covid-19

Health
3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

Health
Pandangan Kabur

Pandangan Kabur

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.