Kompas.com - 03/07/2021, 13:31 WIB
Ilustrasi isolasi mandiri. SHUTTERSTOCKIlustrasi isolasi mandiri.

KOMPAS.com - Isolasi mandiri di rumah dapat dilakukan orang dengan hasil tes positif Covid-19 tanpa gejala atau bergejala ringan.

Perlu diketahui, gejala Covid-19 ringan di antaranya demam, batuk, mudah lelah, napas jadi pendek-pendek, nyeri otot, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, sakit kepala, diare, mual, muntah, hidung tidak bisa mencium bau (anosmia), atau lidah tidak bisa merasakan rasa (ageusia).

Isolasi mandiri sangat penting untuk memutus mata rantai penularan virus corona.

Sebelum menyimak cara isolasi mandiri di rumah, simak penjelasan siapa saja yang boleh melakukan isolasi mandiri di rumah.

Baca juga: 4 Olahraga di Rumah untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh saat Pandemi Covid-19

Siapa yang boleh melakukan isolasi mandiri di rumah?

Dokter spesialis paru dari RSUP Persahabatan, Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc, SpP(K) menyampaikan, pada dasarnya isolasi mandiri dapat dilakukan orang dengan hasil tes antigen atau PCR positif Covid-19 tanpa gejala maupun bergejala ringan.

Namun, Erlina menyebut isolasi mandiri di rumah tidak ideal untuk setiap orang. Selain mempertimbangkan kondisi kesehatan pengidap Covid-19, kondisi tempat tinggal juga perlu diperhatikan.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Isolasi Mandiri di Rumah saat Covid-19, Begini Caranya Menurut Dokter
Dokter membagikan cara isolasi mandiri di rumah untuk pasien Covid-19 dan orang yang tinggal serumah. Simak beberapa kiatnya berikut...
Bagikan artikel ini melalui

“Kondisi pasien isolasi mandiri di rumah tidak boleh mengalami sesak napas. Atau napasnya lebih dari 24 kali per menit. Atau saturasi oksigen turun di bawah 94 persen. Segera ke klinik atau rumah sakit terdekat,” jelas dia lewat Webinar Isolasi Mandiri Pasien Covid-19, Jumat (3/7/2021).

Selain itu, Erlina juga menyebutkan beberapa kriteria tempat tinggal yang boleh digunakan untuk isolasi mandiri di rumah. Antara lain:

  • Di rumah ada ruang atau kamar tersendiri yang terpisah dengan anggota keluarga yang lain.
  • Tidak serumah dengan kelompok berisiko tinggi seperti kalangan lansia, orang dengan daya tahan tubuh lemah, bayi, komorbid (diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dll.)

“Jika tidak memenuhi syarat di atas, segera kontak fasilitas kesehatan atau puskesmas terdekat agar dirujuk ke layanan isolasi atau rumah sakit terdekat,” kata dia.

Baca juga: Kontak Erat, Kapan Perlu Tes Antigen atau PCR Pemeriksaan Covid-19?

Cara isolasi mandiri di rumah

Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc, SpP(K) membagikan cara isolasi mandiri di rumah bagi pengidap Covid-19 dan orang yang tinggal serumah.

Untuk pasien Covid-19, berikurt apa saja yang perlu dilakukan ketika isolasi mandiri di rumah:

  1. Buka jendela kamar agar cahaya matahari bisa masuk dan ada sirkulasi udara
  2. Berjemur selama 10-15 menit antara jam 10.00 pagi sampai jam 1 siang.
  3. Gunakan masker saat bertemu keluarga atau orang yang tinggal serumah
  4. Rutin cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, atau gunakan hand sanitizer
  5. Olahraga ringan rutin sebanyak 3-5 kali seminggu
  6. Makan bergizi seimbang tiga kali sehari secara terpisah dari orang yang tinggal serumah
  7. Pisahkan dan bersihkan pakaian kotor terpisah dari orang yang tinggal serumah
  8. Bersihkan kamar atau tempat isolasi setiap hari (saat bersih-bersih tetap gunakan masker)
  9. Cuci alat makan sendiri setelah selesai digunakan
  10. Periksa suhu tubuh dan saturasi oksigen setiap pagi dan malam
  11. Tidur di kamar atau ruang yang terpisah dari orang yang tinggal serumah
  12. Minum vitamin C dan D, atau suplemen multivitamin, serta obat sesuai anjuran dokter yang menangani
  13. Jangan lupa jaga kesehatan jiwa dengan banyak berdoa, gunakan waktu isoman untuk me time atau mengerjakan hobi, tetap terhubung dengan keluarga atau sahabat secara daring, dan kurangi bermain media sosial dan melihat berita negatif terkait covid-19
  14. Tidur cukup
  15. Lengkapi kebutuhan nutrisi dengan makan makanan yang sehat

Baca juga: Perbedaan Swab Antigen dan PCR dalam Tes Covid-19

Untuk keluarga atau orang yang tinggal serumah dengan pasien Covid-19 yang tengah isolasi mandiri di rumah:

  1. Turut memeriksaan diri ke dokter dan melapor jika muncul gejala Covid-19
  2. Pakai masker
  3. Rajin cuci tangan dan jangan sentuh wajah
  4. Jaga jarak minimal satu meter dengan pengidap Covid-19
  5. Menghibur yang sakit dan berikan dukungan
  6. Bersihkan perabotan di luar ruang isolasi mandiri yang biasanya sering diakses atau disentuh pasien
  7. Ingatkan pasien untuk minum obat
  8. Selalu buka jendela di rumah

Setiap orang yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah wajib berkonsultasi dengan dokter klinik atau puskesmas yang menangani via telepon atau daring secara berkala.

Jika merasa sesak napas, atau saturasi oksigen turun di bawah 94 persen, atau demam di atas 38 derajat Celsius, segera lapor dokter klinik atau puskesmas yang menangani.

Baca juga: 7 Istilah Terkait Covid-19 yang Perlu Diketahui, Jangan Salah Kaprah


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

Health
Pandangan Kabur

Pandangan Kabur

Penyakit
Mata Berair

Mata Berair

Penyakit
Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Health
Nyeri Kaki dan Tangan

Nyeri Kaki dan Tangan

Penyakit
Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Health
Osteofit

Osteofit

Penyakit
3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

Health
Hifema

Hifema

Penyakit
13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

Health
Gigi Berlubang

Gigi Berlubang

Penyakit
Berapa Lama Waktu Tidur Siang yang Baik?

Berapa Lama Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
Pentingnya Alat Kontrasepsi untuk Cegah Kehamilan! Yuk, Ketahui Jenis-jenisnya

Pentingnya Alat Kontrasepsi untuk Cegah Kehamilan! Yuk, Ketahui Jenis-jenisnya

BrandzView
Batu Amandel

Batu Amandel

Penyakit
Alami Gatal setelah Mandi? Kenali 4 Penyebabnya

Alami Gatal setelah Mandi? Kenali 4 Penyebabnya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.