Kompas.com - 06/07/2021, 18:00 WIB
Ilustrasi obat kumur Ilustrasi obat kumur

KOMPAS.com - Sejak awal pandemi virus corona baru, para peneliti telah berjuang untuk mencari cara untuk menghentikan penyebaran SARS-CoV-2.

Satu gagasan yang telah diteliti sepanjang tahun 2020 dan hingga 2021 adalah bahwa virus dapat dibunuh – atau, paling tidak, diperlambat – dengan obat kumur yang dijual bebas.

Merangkum dari Healthline, obat kumur memang dapat memecah atau bahkan menghancurkan selubung virus.

Namun, tidak ada penelitian yang komprehensif untuk mendukung obat kumur sebagai alat yang efektif untuk memerangi Covid-19.

Baca juga: 7 Cara Meningkatkan Saturasi Oksigen Penderita Covid-19 dengan Proning

Tenggorokan dan kelenjar ludah dikenal sebagai titik panas untuk reproduksi virus, tetapi bukan merupakan target utama infeksi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meskipun beberapa penelitian telah menemukan bahwa obat kumur tertentu dapat menghancurkan virus, hasil ini hanya ditemukan pada orang yang tidak terinfeksi virus dalam waktu yang lama.

Studi lain berjudul “Lowering the transmission and spread of human coronavirus” mengonfirmasi bahwa beberapa obat kumur dapat mengurangi tingkat virus dalam air liur, tetapi hasil ini benar-benar hanya diamati ketika obat kumur digunakan selama lebih dari 30 detik.

Dengan demikian, meskipun obat kumur dapat membantu menciptakan lingkungan yang tidak ramah bagi virus SARS-CoV-2, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa obat kumur efektif untuk mengendalikan penyebaran virus corona.

Baca juga: Obat Terapi Covid-19 untuk Isolasi Mandiri

Selain itu, tidak ada bukti bahwa itu efektif untuk mengobati infeksi aktif.

Para pakar kesehatan pun menyatakan bahwa sejauh initidak ada strategi pencegahan yang efektif selain menerapkan protokol kesehatan.

Adapun, protokol kesehatan tersebut adalah sebagai berikut.

  • melakukan vaksinasi
  • memakai masker rangkap dua
  • Mencuci tangan dengan sabun atau sering menggunakan hand sanitizer
  • menghindari kerumunan dan menjaga jarak
  • menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi virus
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Scleroderma

Scleroderma

Penyakit
Warna Tinja Tunjukkan Kondisi Kesehatan, Kenali Artinya

Warna Tinja Tunjukkan Kondisi Kesehatan, Kenali Artinya

Health
Spondylolisthesis

Spondylolisthesis

Penyakit
5 Beda LPR dan GERD yang Penting Diketahui

5 Beda LPR dan GERD yang Penting Diketahui

Health
Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Health
7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Health
Parafimosis

Parafimosis

Penyakit
11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

Health
Asam Urat

Asam Urat

Penyakit
Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Health
Nyeri Mata

Nyeri Mata

Penyakit
Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Health
Kutil

Kutil

Penyakit
7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Amnesia

Amnesia

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.