Kompas.com - 18/07/2021, 21:03 WIB
Ilustrasi penis shutterstockIlustrasi penis

KOMPAS.com - Penyakit Peyronie adalah kondisi non-kanker yang dihasilkan dari pembentukan plak fibrosa atau jaringan parut di sepanjang batang penis.

Melansir Mayo Clinic, penyebab penyakit Peyronie tidak sepenuhnya dipahami, tetapi sejumlah faktor tampaknya terlibat.

Diperkirakan penyakit Peyronie pada umumnya merupakan hasil dari cedera berulang pada penis.

Baca juga: Penyebab Penis Ereksi Saat Bangun Tidur pada Pagi Hari

Misalnya, penis mungkin rusak saat berhubungan seks, aktivitas atletik, atau akibat kecelakaan. Namun, paling sering, tidak ada trauma spesifik pada penis yang diingat.

Selama proses penyembuhan setelah cedera pada penis, jaringan parut dapat terbentuk secara tidak teratur. 

Perawatan dini pernyakit Peyronie segera setelah mengembangkan kondisi dapat mencegahnya menjadi lebih buruk atau bahkan memperbaiki gejala.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bahkan jika pria sudah memiliki kondisi tersebut untuk beberapa waktu, pengobatan bisa membantu memperbaiki gejala yang mengganggu.

Oleh sebab itu, gejala penyakit peyronie penting untuk dikenali.

Gejala penyakit peyronie yang sering muncul

Dilansir dari Very Well Health, sebagian besar gejala utama penyakit Peyronie adalah fisik.

Namun, perubahan ereksi pria tetap saja dapat menyebabkan disfungsi seksual atau masalah psikologis.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X