Kompas.com - 18/07/2021, 21:03 WIB
Ilustrasi penis shutterstockIlustrasi penis

KOMPAS.com - Penyakit Peyronie adalah kondisi non-kanker yang dihasilkan dari pembentukan plak fibrosa atau jaringan parut di sepanjang batang penis.

Melansir Mayo Clinic, penyebab penyakit Peyronie tidak sepenuhnya dipahami, tetapi sejumlah faktor tampaknya terlibat.

Diperkirakan penyakit Peyronie pada umumnya merupakan hasil dari cedera berulang pada penis.

Baca juga: Penyebab Penis Ereksi Saat Bangun Tidur pada Pagi Hari

Misalnya, penis mungkin rusak saat berhubungan seks, aktivitas atletik, atau akibat kecelakaan. Namun, paling sering, tidak ada trauma spesifik pada penis yang diingat.

Selama proses penyembuhan setelah cedera pada penis, jaringan parut dapat terbentuk secara tidak teratur. 

Perawatan dini pernyakit Peyronie segera setelah mengembangkan kondisi dapat mencegahnya menjadi lebih buruk atau bahkan memperbaiki gejala.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

6 Gejala Penyakit Peyronie, Pria Perlu Tahu
Gejala penyakit peyronie yang menyerang penis pria penting dikenali untuk mendukung upaya deteksi dini dan pengobatan sesegera mungkin keluhan ini.
Bagikan artikel ini melalui

Bahkan jika pria sudah memiliki kondisi tersebut untuk beberapa waktu, pengobatan bisa membantu memperbaiki gejala yang mengganggu.

Oleh sebab itu, gejala penyakit peyronie penting untuk dikenali.

Gejala penyakit peyronie yang sering muncul

Dilansir dari Very Well Health, sebagian besar gejala utama penyakit Peyronie adalah fisik.

Namun, perubahan ereksi pria tetap saja dapat menyebabkan disfungsi seksual atau masalah psikologis.

Berikut adalah gejala penyakit peyronie yang umum terjadi:

1. Jaringan parut atau plak di bawah lapisan kulit penis

Jaringan parut yang terkait dengan penyakit Peyronie (disebut plak tetapi berbeda dari plak yang dapat menumpuk di pembuluh darah) dapat dirasakan di bawah kulit penis sebagai benjolan atau jaringan keras.

Baca juga: 12 Penyebab Penis Sakit dan Cara Mengobatinya

2. Penis bengkok

Sejauh ini, penis bengkok atau melengkung adalah gejala penyakit Peyronie yang paling umum.

Lekukan penis disebabkan oleh pertumbuhan plak atau bekas luka di jaringan fibrosa yang mengelilingi selubuhg karet jaringan di bawah kulit penis (tunica albuginea).

Area yang mengeras ini menjadi kurang fleksibel, dan penis akan menekuk ke arah area tersebut saat ereksi.

Tingkat kelengkungan penis tergantung pada jumlah, posisi, dan ukuran plak.

3. Nyeri saat ereksi

Nyeri selama ereksi dan hubungan seksual tidak jarang terjadi pada tahap awal penyakit Peyronie.

Baca juga: Penis Jarang Ereksi Saat Bangun Tidur pada Pagi Hari, Normalkah?

Rasa sakit ini biasanya berkurang seiring waktu, karena jaringan parut di penis menjadi stabil.

Rasa sakit pada umumnya akan hilang selama setahun untuk banyak orang, dan kelengkungan juga akan stabil setelah periode waktu itu.

4. Kesulitan dengan ereksi dan seks

Sering kali penyakit Peyronie menyebabkan kesulitan mendapatkan atau mempertahankan ereksi.

Disfungsi ereksi mungkin akibat rasa sakit atau disebabkan oleh kelainan bentuk penis.

Masalah dengan seks dapat terjadi jika penis menjadi bengkok sehingga membuat penetrasi sulit dicapai atau menyakitkan, baik untuk orang dengan Peyronie atau pasangan seksualnya.

Masalah dengan sek mungkin juga merupakan hasil dari perubahan citra diri dan tanda-tanda stres lainnya.

5. Penis memendek

Jaringan parut yang berkembang di kedua sisi penis dapat menyebabkan penis menjadi lebih pendek.

Baca juga: Beredar 7 Cara Membesarkan Penis, Bagaimana Efek Sampingnya?

Penis memendek lebih mungkin terjadi jika ada jaringan parut yang luas.

6. Deformitas penis lainnya

Pada beberapa pria dengan penyakit Peyronie, penis yang ereksi mungkin juga akan tampak menyempit atau bahkan penampilannya menjadi seperti jam pasir (sempit di tengah pada batang penis).

Jika Anda menemui tanda atau gejala penyakit Peyronie, sebaiknya seseralah temui dokter.

Perawatan dini memberi Anda kesempatan terbaik untuk memperbaiki kondisi atau mencegahnya menjadi lebih buruk.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Pes
Pes
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detak Jantung Melambat, Bahayakah?

Detak Jantung Melambat, Bahayakah?

Health
Flu Hong Kong

Flu Hong Kong

Penyakit
Dokter Ingatkah Atlet Juga Bisa Alami Obesitas Meski Rutin Olahraga

Dokter Ingatkah Atlet Juga Bisa Alami Obesitas Meski Rutin Olahraga

Health
Lidah Berdarah

Lidah Berdarah

Penyakit
Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Health
Jari Tangan Bengkok

Jari Tangan Bengkok

Penyakit
Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Health
Pilek

Pilek

Penyakit
8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

Health
5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

Health
Pantat Bau

Pantat Bau

Penyakit
7 Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

7 Ciri-ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

Health
Bau Badan

Bau Badan

Penyakit
Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Apa Penyebab Tumor Usus Besar?

Health
Kaki Kaku

Kaki Kaku

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.