Kompas.com - 15/08/2021, 10:35 WIB

KOMPAS.com- Pakai celana dalam mungkin sudah menjadi bagian sehari-hari kita. Ketika beraktivitas tanpa celana dalam, kita mungkin akan merasa risih.

Bahkan, ketika tidur pun kita masih tetap memakainya. Faktanya, tidur tanpa celana dalam punya banyak manfaat, loh, untuk kesehatan, terutama wanita.

Menurut ginekolog dari new York, Alyssa Dweck, bagian bawah dan genital wanita tidak perlu ditutupi secara total saat tidur.

Meski tidur memakai celana dalam tidak akan menyebabkan masalah kesehatan, kata Dweck, tanpa celana dalam justru banyak manfaat yang akan diperolah wanita.

"Wanita yang menderita vulvitis kronis (peradangan pada lipatan kulit di luar vagina) atau vaginitis kronis (radang vagina) akan mendapatkan manfaat besar ketika mereka tidur tanpa celana dalam," ungkapnya.

Baca juga: Pakai Masker Bikin Jerawatan, Ini 4 Cara Mengatasinya

Wanita yang menderita penyakit tersebut rentan terhadap infeksi jamur vagina, gatal dan iritasi.

"Mereka bisa terhindar dari semua risiko tersebut jika tidur tanpa celana dalam" tambahnya.

Selain itu, wanita yang tidur tanpa celana dalam bisa mendapatkan berbagai manfaat berikut:

1. Melancarkan aliran udara

Celana dalam bisa membuat kita merasa tidak nyaman, apalagi jika bahannya dari kain sintetis, hal itu bisa membuat vagina susah bernapas dan terasa lembap.

Vagina membersihkan dirinya sendiri dengan mengeluarkan cairan yang membuat celana dalam basah hampir sepanjang hari.

Oleh karena itu, penting untuk memberikan waktu bernapas, sehingga tidak ada penumpukan kelembaban yang menyebabkan infeksi.

2. Tidur jadi lebih nyenyak

Riset 2012 oleh Pusat Informasi Bioteknologi Nasional (NCBI) membuktikan bahwa paparan panas bisa membuat kita susah tidur dan menghambat kualitas tidur.

Melepas pakaian dalam dapat membantu mendinginkan tubuh, sehingga mendorong rasa kantuk.

Oleh karena itu, kita disarankan agar Anda melepas pakaian dalam sebelum tidur atau lebih baik tidur telanjang.

Baca juga: 3 Cara Menjaga Si Kecil yang Baru Lahir Dari Paparan Virus dan Bakteri

3. Mengurangi risiko infeksi jamur

Saat kita mengenakan pakaian dalam atau celana panjang ketat, udara akan susah masuk sehingga area itnim menjadi panas dan lembab.

Hal ini bisa meningkatkan pertumbuhan bakteri di vagina yang pada gilirannya menyebabkan infeksi jamur.

"Membiarkan udara menyentuh area intim sangat penting karena bisa menghilangkan kelembapan sehingga risiko infeksi jamur dan iritasi kulit berkurang," kata Cindy Barshop, pakar kesehatan seksual.

Jika Anda rentan terhadap infeksi jamur tetapi tidak ingin tidur telanjang, Anda bisa mengenakan piyama atau rok longgar yang memungkinkan vagina Anda tetap bernapas.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.