Dikdik Kodarusman
Dokter RSUD Majalengka

Dokter, peminat kajian autofagi. Saat ini bekerja di RSUD Majalengka, Jawa Barat

SADS, Mati Mendadak Saat Tertidur Pulas

Kompas.com - 29/07/2022, 08:16 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

SALAH satu penyebab kematian tertinggi di Amerika Serikat saat ini adalah SADS (Sudden Adult Death Syndrome). Kejadiannya meningkat hingga 10.000 kasus per tahun pada masa pandemi.

Hingga beberapa kelompok antivaksin menudingnya sebagai bagian dari efek vaksinasi. Benarkah?

SADS umumnya terjadi pada malam hari. Kondisi ini berkaitan dengan keluhan penyakit jantung.

Sebelumnya kepanjangan SADS, yakni Sudden Arrhytmia Death Sindrome. Namun karena angka kejadian ini terbanyak pada orang muda dewasa, artinya berubah.

Penyebab pasti belum diketahui. Apalagi kejadiannya pada malam hari, di mana saat itu orang beristirahat. Biasanya kejadian fatalistik dari kelainan jantung selalu berhubungan dengan aktivitas.

Beberapa kasus diketahui memiliki riwayat penyakit jantung sebelumnya. Juga ada kelainan-kelainan lain berupa diabetes melitus, riwayat pengobatan tertentu, kelainan genetik dan sebab-sebab lain yang berhubungan dengan kelemahan jantung.

Namun 20 persen menunjukkan status kesehatan yang baik. Tidak memiliki riwayat penyakit apapun.

Yang menarik pada kasus SADS adanya keluhan irama jantung pada malam hari. Menurut Dr. Michael Ackerman MD, President of SADS Foundation, dalam wawancara dengan Roman Balmakov dari Epoch Time tanggal 28 Juli 2022, kondisi ini merupakan gabungan berbagai penyebab yang bersifat genetik dan non genetik. Namun kejadiannya memang cenderung meningkat, selama masa pandemi.

Dr Michael Ackerman menolak jika penyebab pasti SADS adalah karena vaksinasi. Karena telah disebutkan di awal wawancara banyak faktor yang memengaruhi kejadian SADS.

Selain itu, sulit untuk memastikan diagnosa SADS karena harus dilakukan otopsi.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.