Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Jasamarga

Kenali Gejala Keracunan Bakteri Salmonella

Kompas.com - 25/11/2016, 21:03 WIB

KOMPAS.com - Kasus keracunan salmonella kian menjadi umum. Bakteri yang hidup di daging, telur, dan bahan makanan mentah ini membuat banyak orang dilarikan ke rumah sakit.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), beberapa bulan terakhir peringatan baru tentang wabah salmonella terus diberikan. Keracunan makanan akibat kontaminasi salmonella telah membuat 19.000 orang dilarikan ke rumah sakit setiap tahun.

Salmonella sendiri merupakan bakteri yang hidup di bahan makanan mentah seperti daging, telur, dan sayuran segar.

Baca juga: Ribuan Kurir Antre Sepanjang 2 Kilometer untuk Retur Paket di Ulujami

Bakteri ini dapat memengaruhi saluran usus dan dapat menyebabkan masalah serius, seperti dehidrasi berat. Satu-satunya cara untuk mendiagnosis keracunan salmonela adalah melalui tes darah atau tinja. Namun, kontaminasi salomonela umumnya memiliki gejala berikut:

- Diare lebih dari 3 hari.
- Nyeri perut.
- Demam.
- Mual dan muntah.

Gejala tersebut biasanya berlangsung selama empat sampai tujuh hari. Namun, untuk mencegah penyakit serius, pastikan untuk tetap terhidrasi dengan banyak minum bila gejala tadi timbul. Bila gejala semakin parah dalam 3 hari, ada baiknya segera konsultasikan ke dokter.

Baca juga: Kisah Cucu, Istri yang Tertinggal Mobil di "Rest Area" Batang Saat Mudik Lebaran

Bayi dan orang dewasa di atas 65 tahun, dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit yang lebih serius dengan gejala yang lebih berat.

Jika Anda termasuk dalam kategori ini, CDC merekomendasikan Anda mengonsumsi antibiotik, namun tetap sesuai resep dokter.

Untuk menghindari terinfeksi bakteri salmonella, ada beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan, yaitu:

Baca juga: 9 Buah yang Bantu Redakan Asam Urat secara Alami

- Pastikan untuk benar-benar mencuci tangan dengan antiseptik setelah: Menggunakan kamar mandi, mengganti popok, memegang daging mentah atau unggas, membersihkan kotoran hewan peliharaan, menyentuh reptil atau burung.

- Menjaga daging, unggas dan makanan laut mentah terpisah dari bahan makanan lain.

- Gunakan talenan terpisah untuk daging dan sayuran.

Baca juga: Profil Surya Sahetapy, Putra Ray Sahetapy yang Berprofesi Dosen di Amerika

- Jauhkan makanan yang dimasak dari permukaan yang terkontaminasi bahan mentah.

- Hindari makan telur mentah.

- Mencuci bersih sayuran segar yang akan dijadikan salad.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau