Rabu, 22 Oktober 2014 01:21
Caring by Sharing | Kompas.com

DAMPAK BENCANA JEPANG

Harga Karet Kalsel Sempat Jeblok

Selasa, 5 April 2011 | 04:08 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

BANJARMASIN, KOMPAS - Isu yang beredar bahwa Jepang tidak lagi menerima karet dari Indonesia pascabencana gempa dan tsunami, membuat harga karet di Kabupaten Banjar dan Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, anjlok.

Jika sebelum bencana harga karet Rp 12.000-Rp 15.000 per kilogram (kg), saat ini tinggal Rp 7.000-Rp 12.000 per kilogram.

Di Desa Tiwingan Lama, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, harga karet bahkan sempat mencapai Rp 3.000 per kg sebelum akhirnya naik menjadi Rp 7.000 per kg sepekan silam.

Begitu pula di Kecamatan Batang Alai Timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, harga karet sempat menyentuh Rp 4.000 per kg, sebelum akhirnya naik secara bertahap menjadi Rp 5.000, Rp 7.000, dan Rp 9.000 per kg.

”Mulai kemarin harganya sudah naik lagi menjadi Rp 10.000 sampai Rp 12.000 per kilogram,” kata Kosim, Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan Kecamatan Batang Alai Timur, Senin (4/4).

Menurut Kosim, penurunan harga terjadi beberapa hari setelah gempa dan tsunami menerjang Jepang. Saat itu, ada isu yang menyatakan Jepang menghentikan impor karet asal Indonesia. Tidak jelas siapa yang mengembuskan isu tersebut, namun diduga para tengkulak.

Pendapat senada disampaikan Kepala Desa Tiwingan Lama M Aidi Gozali. ”Habis tsunami kemarin harga langsung anjlok. Padahal dua tahun lalu (2009) harga karet tidak sampai segitu, meski saat itu harganya cukup rendah Rp 4.000 per kilogram,” ujarnya.

Tiwingan Lama dan Batang Alai Timur merupakan salah satu sentra perkebunan karet di Banjar dan Hulu Sungai Tengah. Sebagian besar dari 328 keluarga di Tiwingan yang berada di tepi Waduk Riam Kanan itu memiliki kebun karet. Begitu pula di Batang Alai yang merupakan bagian dari pegunungan Meratus.

Sebelumnya, Direktur Regional Bank Indonesia Wilayah Kalimantan, Khairil Anwar, mengatakan, ekspor karet diperkirakan tidak terlalu terpengaruh oleh bencana Jepang.

Pada tahun 2010 nilai ekspor karet 106 juta dollar Amerika Serikat atau 4 persen dari total ekspor Kalimantan ke Jepang yang mencapai 3,1 miliar dollar Amerika Serikat. (WER)



IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui