Sabtu, 30 Mei 2015

Health

Kantor Diimbau Sediakan Pojok ASI

Kamis, 29 September 2011 | 05:42 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com — Dinas Kesehatan Kota Palembang di Sumatera Selatan mengimbau kantor dinas dan perusahaan di kota pempek ini dapat menyediakan tempat khusus bagi ibu menyusui atau pojok air susu ibu (ASI).

"Kami minta agar kantor di lingkungan Pemkot Palembang menjadi contoh dalam menyediakan pojok ASI," kata Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Gema Asiani, di Palembang, Rabu (28/9/2011).

Menurut dia, tempat khusus bagi ibu menyusui harus tersedia secara baik, mengingat ASI bagi anak sampai usia enam tahun mutlak harus dipenuhi oleh ibunya.

"Meskipun wanita pekerja, tetapi kewajiban memberikan ASI eksklusif sampai usia enam bulan harus dipenuhi," ujar Gema pula.

Ia mengatakan, tidak ada alasan bagi kaum ibu tidak menyusui anaknya secara eksklusif enam bulan dilanjutkan sampai usia dua tahun.

"ASI merupakan satu-satunya asupan yang dibutuhkan bayi saat lahir," kata dia.

Dia menjelaskan, saat ini belum ada kantor dinas di Pemkot yang menyediakan ruang khusus untuk menyusui.

"Padahal, sebagian besar pegawai di Pemkot Palembang adalah perempuan yang akan melahirkan dan menyusui," ujar Gema lagi.

Dia menambahkan, sosialisasi untuk kepentingan menyediakan pojok ASI dilakukan dengan mengirimkan surat kepada dinas dan perusahaan untuk menyediakan pojok ASI.

"Saat ini di Palembang baru tiga perusahaan yang menyediakan pojok ASI," ujar dia pula.

Sekretaris Direktorat Jenderal PP dan PL Kementerian Kesehatan RI, dr Yusharmen DComm, mengatakan, ASI tidak bisa digantikan dengan produk susu lain.

Karena itu, Kemenkes bekerja sama dengan dinas kesehatan di seluruh Indonesia untuk dapat terus menyosialisasikan kepentingan kaum ibu menyusui.

"ASI mengandung zat dan gizi yang sangat dibutuhkan pertumbuhan anak," kata dia lagi.

Dia menambahkan, saat ini kaum ibu khususnya yang bekerja telah bergeser, tidak lagi menyusui, tetapi mengganti dengan susu formula.

"Padahal, susu formula belum tentu cocok dengan kebutuhan bayi yang baru dilahirkan," kata dia.

Editor : Hertanto Soebijoto
Sumber: