Guru Besar pada Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kini dia menjabat sebagai Kepala Bagian Andrologi dan Seksologi, Ketua Pusat Studi Anti-Aging Medicine, dan Ketua Program Magister dengan kekhususan Anti-Aging Medicine dan kekhususan Ilmu Kedokteran Reproduksi. Prof Wimpie juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI), Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi Indonesia (Persandi), dan Wakil Ketua Perhimpunan Kedokteran Anti Penuaan Indonesia (Perkapi).

TANYA :
Prof, Saya ingin menayakan, apakah benar beronani itu bisa menyebakan kemandulan pada perempuan? Lalu apa bahaya terburuk dari onani bagi perempuan lajang dan jika hal in sudah dilakukan sejak kecil ?
Saya pernah membaca di suatu artikel yang menerangkan bahwa terlalu sering beronani dapat menyebabkan kecacatan kelak kita melahirkan, apakah benar ? Lalu bagaiman efeknya jika telah memiliki pasangan dan apa dampaknya ?
(Widiastuti, 19)
JAWAB :
Masturbasi atau sering disebut onani sebenarnya bukanlah suatu aktivitas yang luar biasa. Aktivitas seksual ini biasa dilakukan baik oleh pria maupun perempuan walaupun dalam persentase yang berbeda.
Tidak ada akibat buruk apapun karena melakukan masturbasi. Memang pada masa lalu, sekitar abad 18 tersiar informasi yang menyatakan bahwa masturbasi dapat menimbulkan berbagai akibat buruk, antara lain kemandulan.
Tetapi, tidak ada bukti ilmiah untuk mendukung pernyataan itu. Jadi tidak ada akibat apapun karena melakukan masturbasi, baik bagi perempuan maupun pria.
