Kamis, 2 Oktober 2014 11:21
U19 banner dropdown

KONSULTASI / SEKS - ARTIKEL

KONSULTASI SEKS

Bersama Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS 

Guru Besar pada Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kini dia menjabat sebagai Kepala Bagian Andrologi dan Seksologi, Ketua Pusat Studi Anti-Aging Medicine, dan Ketua Program Magister dengan kekhususan Anti-Aging Medicine dan kekhususan Ilmu Kedokteran Reproduksi. Prof Wimpie juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI), Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi Indonesia (Persandi), dan Wakil Ketua Perhimpunan Kedokteran Anti Penuaan Indonesia (Perkapi).

Efek Onani Bagi Perempuan Lajang

Jumat, 28 Oktober 2011 | 10:34 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
shutterstock

TANYA :

Prof, Saya ingin menayakan, apakah benar beronani itu bisa menyebakan kemandulan pada perempuan? Lalu apa bahaya terburuk dari onani bagi perempuan lajang dan jika hal in sudah dilakukan sejak kecil ?

Saya pernah membaca di suatu artikel yang menerangkan bahwa terlalu sering beronani dapat menyebabkan kecacatan kelak kita melahirkan, apakah benar ? Lalu bagaiman efeknya jika telah memiliki pasangan dan apa dampaknya ?

(Widiastuti, 19)

JAWAB :

Masturbasi atau sering disebut onani sebenarnya bukanlah suatu aktivitas yang luar biasa. Aktivitas seksual ini biasa dilakukan baik oleh pria maupun perempuan walaupun dalam persentase yang berbeda.

Tidak ada akibat buruk apapun karena melakukan masturbasi. Memang pada masa lalu, sekitar abad 18 tersiar informasi yang menyatakan bahwa masturbasi dapat menimbulkan berbagai akibat buruk, antara lain kemandulan.

Tetapi, tidak ada bukti ilmiah untuk mendukung pernyataan itu. Jadi tidak ada akibat apapun karena melakukan masturbasi, baik bagi perempuan maupun pria.  


Editor :
Asep Candra
Tahun

Cm    Kg
Laki-laki    Perempuan


Incorrect please try again

ReLoad

Hanya pertanyaan-pertanyaan terpilih yang akan dimuat


IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui