Sabtu, 19 April 2014 14:04

NEWS & FEATURES / HEALTH CONCERN - ARTIKEL

8 Perubahan Tubuh yang Terjadi Selama Kehamilan

Penulis : Lusia Kus Anna | Jumat, 11 November 2011 | 10:31 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

Kompas.com - Seiring pertumbuhan janin di dalam rahim sederet perubahan pun dialami calon ibu, baik fisik atau pun mental. Berikut adalah 8 perubahan luar biasa yang terjadi ketika ibu berbadan dua.

1. Tumbuhnya organ baru

Bukan hanya calon bayi yang tumbuh di dalam rahim, dalam tubuh ibu hamil juga berkembang sebuah organ baru. Plasenta adalah satu-satunya organ sementara yang ada di tubuh manusia.

Plasenta mulai muncul ketika sel telur dibuahi. Pada fase ini namanya adalah multiselular blastocyst, kemudian menempel di dinding rahim seminggu kemudian. Berukuran 2,2 kg, plasenta juga menjadi organ endokrin yang berarti ia mengeluarkan hormon-hormon yang diperlukan agar kehamilan berjalan lancar.

2. Tulang menjadi lunak

Untuk bisa masuk ke dalam jalan lahir, kepala bayi harus melewati tulang panggung yang keras. Akan tetapi tubuh ibu hamil secara luar biasa mampu menyediakan jalan untuk bayinya. Tubuh akan mengeluarkan hormon relaxin, yang bertugas mengendurkan tulang rawan yang mengikat tulang pelvis.

Proses pengenduran tulang itu membuat proses persalinan menjadi lebih mudah. Namun, si hormon relaxin ini juga memengaruhi persendian. Selama kehamilan ditemukan kadar relaxin dalam tubuh meningkat sampai 10 persen yang menyebabkan calon ibu menderita nyeri punggung dan pegal-pegal.

3. Jadi pelupa

Menurut penelitian di tahun 2010, pada tri semester kedua dan ketiga kehamilan, daya ingat ibu hamil memang menurun dibandingkan wanita yang tidak mengandung. Perubahan hormon diduga kuat menjadi penyebabnya.

4. Mual dan muntah

Meski sering disebut morning sickness, namun kebanyakan ibu hamil mengalami mual dan muntah sepanjang hari. Pemicu utamanya adalah bau dan aroma yang terlalu kuat. Keluhan mual dan muntah ini biasanya menghilang saat kehamilan memasuki 12 minggu. Puncak keluhan morning sickness bersamaan dengan pertumbuhan organ-organ embrio.

5. Rasa terbakar di dada

Keluhan rasa terbakar di dada disebabkan oleh tekanan di bagian pencernaan karena janin makin membesar.

6. Sering buang air kecil Makin besarnya ukuran bayi di rahim menyebabkan tekanan di kandung kemih, uretra, dan otot dasar panggul. Tekanan ini juga menyebabkan keluarnya air seni saat ibu hamil batuk, bersin, atau tertawa.

7. Bertambahnya volume darah

Di usia kehamilan 20 minggu tubuh akan memproduksi darah hingga 50 persen. Tambahan volume darah ini bisa menyebabkan efek samping berupa varises atau  hemoroid. Akan tetapi sirkulasi darah yang baik ini menyebabkan kulit dan rambut menjadi lebih bersinar sehingga tak heran jika banyak ibu hamil terlihat lebih cantik.

8. Kesemutan di jari tangan

Walau bukan seorang pianis atau karyawan yang banyak mengetik tetapi kehamilan saja sudah bisa menyebabkan carpal tunnel syndrome. Gejala yang utama adalah rasa kebas dan kesemutan di jari-jari tangan. Bertambahnya cairan di tubuh, termasuk di pergelangan tangan akan menyebabkan tekanan di bagian saraf sehingga timbul rasa kebas dan kesemutan.

 


Sumber :
LiveScience

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui