Senin, 22 Desember 2014 01:02

Kinerja Pemerintah

Pemerintah Gagal Kembangkan Industri Migas

Penulis : Ilham Khoiri | Kamis, 15 Maret 2012 | 23:35 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA
Aktivis mahasiswa dari IAIN Walisongo menggelar unjuk rasa di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (14/3/2012). Mereka menolak kenaikan harga bahan bakar minyak.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah selalu ngotot menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), setiap kali harga minyak mentah dunia naik seperti saat ini. Itu menunjukkan kegagalan pemerintah, dalam memperbaiki infrastruktur minyak dan gas di dalam negeri.

Sayangnya, negara ini masih saja dirundung dengan berbagai masalah, seperti penyelundupan, dan bertebarannya mafia minyak. - Addien Jauharuddin

Kritik itu disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Addien Jauharuddin, di Jakarta, Kamis (15/3/2012).

"Jika pemerintah bekerja keras membangun infrastruktur industri minyak dan gas (migas), tentu kenaikan harga minyak dunia bisa diantisipasi, tanpa perlu menaikkan harga BBM di dalam negeri" katanya.

Kondisi itu justru akan menguntungkan karena, menurut Addien, seiring dengan harga jual yang meninggi, penerimaan Indonesia dari produksi migas yang diekspor ke luar negeri akan meningkat. Keuntungan ini bisa untuk menambal pembesaran subsidi BBM di APBN, bahkan bisa surplus.

"Sayangnya, negara ini masih saja dirundung dengan berbagai masalah, seperti penyelundupan, dan bertebarannya mafia minyak," ujar Addien.

Untuk membangun industri migas, lanjutnya, semestinya pemerintah perlu mengambil langkah-langkah strategis dan berani menerobos kebuntuan. Tujuannya, untuk meningkatkan pendapatan negara dari sektor migas, tanpa harus mengurangi subsidi.

Salah satunya, perlu kebijakan windfall profit tax (pajak tambahan) atas keuntungan perusahaan minyak akibat lonjakan harga minyak mentah dunia. Evaluasi dan pangkas cost recovery atas biaya non-operasional.

"Renegosiasi semua kontrak kerja sama agar lebih menguntungkan negeri ini. Pangkas alur perdagangan minyak dalam rangka ekspor-impor," kata Addien

Selain itu, Indonesia  perlu menambah kapasitas kilang Pertamina sesuai dengan spesifikasi minyak mentah Indonesia. Semua kontraktor asing harus menjual semua jatah minyaknya kepada Pertamina, agar diproses di dalam negeri dan untuk kebutuhan domestik.

"Kita juga harus menyiapkan infrastruktur bahan bakar gas (BBG) untuk seluruh Indonesia," katanya.






Editor :
Agus Mulyadi

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui