Jumat, 25 Juli 2014 01:35

NEWS & FEATURES / HOT TOPICS - ARTIKEL

Wanita Penyandang Epilepsi Bisa Melahirkan Normal

Sabtu, 16 Juni 2012 | 10:27 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

Jakarta, Kompas - Perempuan hamil penyandang epilepsi berisiko komplikasi obstetrik lebih tinggi dibandingkan perempuan sehat. Namun, perempuan hamil penyandang epilepsi dapat memiliki janin sehat dan melahirkan anak normal sepanjang bangkitannya dikontrol.

Hal itu disampaikan Ketua Kelompok Studi Epilepsi Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia Kurnia Kusumastuti dalam seminar ”Epilepsi pada Anak, Penyakit Penyerta, dan Persiapan Penyandang Epilepsi Wanita dalam Menghadapi Perubahan Hormonal”, Kamis (14/6), di Jakarta.

Ia mengatakan, risiko bangkitan pada perempuan hamil penyandang epilepsi meningkat 23- 30 persen akibat perubahan hormonal selama hamil.

Yang harus diwaspadai, bangkitan yang berlangsung hebat bisa menyebabkan kontraksi uterus sehingga bayi bisa lahir prematur. Saat terjadi bangkitan pembuluh darah menyempit sehingga asupan oksigen pada janin berkurang drastis. Akibatnya, janin bisa mengalami asfiksia.

Namun, perempuan hamil penyandang epilepsi, kata Kurnia, tidak perlu terlalu khawatir. Data menunjukkan, lebih dari 93 persen perempuan epilepsi bisa melahirkan dengan normal, bukan operasi. Syaratnya, bangkitan dikontrol dengan mengonsumsi obat antiepilepsi (OAE) selama hamil hingga setelah persalinan.

Saat mengontrol bangkitan, dokter harus memerhatikan kondisi janin. Bangkitan yang tidak dikontrol bisa berakibat fatal, sebaliknya konsumsi OAE berlebihan berpengaruh buruk pada janin. Karena itu, perempuan hamil dengan epilepsi disarankan melakukan persalinan di rumah sakit/klinik yang memiliki fasilitas perawatan epilepsi dan unit perawatan intensif bayi.

Pembicara lain, Kepala Divisi Neurologi Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Dwi Putro Widodo menambahkan, peningkatan frekuensi bangkitan pada perempuan hamil dengan epilepsi kadang disebabkan kesengajaan menghentikan konsumsi OAE. Banyak ibu hamil dengan epilepsi khawatir efek samping OAE terhadap janin.

Dwi Putro menyarankan perempuan hamil dengan epilepsi tetap memberikan ASI kepada bayi. Meski OAE keluar lewat ASI pada umumnya tidak menimbulkan masalah. Jika bayi mengantuk terus, disarankan berkonsultasi dengan dokter. (ADH)

 


Sumber :
Kompas Cetak
Editor :
Lusia Kus Anna

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui