Sabtu, 29 November 2014 15:27

BLOG EXPERTS KOMPASIANA / ARTIKEL

Dr. Ari F. Syam Sp.Pd


Pengamat Kesehatan, Staf Pengajar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI RSCM) Twitter : @DokterAri

Selalu Ada Harapan Baru untuk Menkes Baru

Penulis : Dr. Ari F. Syam Sp.Pd | Senin, 18 Juni 2012 | 05:42 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
KOMPAS/RIZA FATHONI
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberi ucapan selamat kepada Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi (kiri) dan Suaminya Aloysius Benedictus Mboi (tengah) setelah pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (14/6/2012). Dalam kesempatan yang sama Kepala Negara juga melantik Wamen ESDM Rudi Rubiandini, Kepala Badan Pertanahan Nasional Hendarman Supandji dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal M. Chatib Basri.

 

KOMPAS.com-  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah melantik Menteri Kesehatan yang baru Dr. Nafsiah Mboi Sp.A, MPH, alumni FKUI tahun 1964. Beliau bukan nama yang asing buat kita yang aktif di profesi kedokteran. Karena beliau merupakan tokoh HIV AIDS yang komitmennya jelas untuk memberantas penyakit HIV AIDS di Indonesia.  

Harapan baru selalu ada untuk pimpinan yang baru. Apa yang sebaiknya Menkes baru  kerjakan? Yang jelas dan yang utama adalah beliau salah satu orang yang paling bertanggung jawab untuk  pencapaian target Millenium Development Goals (MDG) tahun 2015.  Saya tahu bahwa beliau memang pakar untuk masalah MDG's ini, apalagi mempunyai networking yang luas dan beliau pernah menjadi salah satu Direktur WHO dan berkantor di Jenewa. Beliau sendiri sebenarnya kandidat calon menteri beberapa kali penunjukkan Menkes-Menkes sebelumnya. Tetapi akhirnya setelah berumur 72 tahun beliau diangkat menjadi Menkes RI.

Saat ini, memang kita harus segera mengejar ketertinggalan kita di bidang kesehatan antara lain menurunkan angka kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, menurunkan angka kesakitan HIV AIDS, Malaria, TBC dan infeksi lainnya. Yang mana hal ini merupakan target-target MDG's. Pengalaman beliau sebagai mantan Ibu Gubernur NTT (1978-1988) dan seorang dokter spesialis anak, diharapkan bahwa beliau lebih peka dan mengetahui permasalahan pembangunan Kesehatan Indonesia Timur.

Kesenjangan pelayanan kesehatan khususnya untuk wilayah Timur harus bisa diminimalisasi. Menteri kesehatan adalah orang yang paling bertanggung jawab agar bangsa ini tidak terus terpuruk dalam mengatasi berbagai permasalahan kesehatan. Angka kematian anak dan ibu masih tinggi. Berbagai penyakit infeksi kita antara lain HIV dan TBC masih masuk kelompok negara-negara dengan jumlah kasus yang tertinggi di dunia ini.

Upaya yang harus dilakukan harus sistematis mulai dari pusat dan daerah. Seluruh jajaran birokrat di dearah harus berkonsentrasi untuk mencapai target-target tersebut. Dengan sistem pemerintah otonomi saat ini, tampaknya pimpinan daerah hanya berorientasi untuk mendapatkan kekuasaan dan mempertahankan kekuasaan.

Program pengobatan gratis yang dilaksanakan berbagai Pemda seakan-akan sudah membuat masalah kesehatan sudah selesai, padahal upaya-upaya yang dilakukan harus masif baik melibatkan semua unsur masyarakat. Program kesehatan bukan menunggu orang sakit tapi membuat bagaimana agar orang tidak sakit. Orientasi pemerintah harus mencegah agar orang tidak sakit.

Sebagai seorang aktivis kesehatan dan juga mantan petinggi WHO, jelas konsep Menkes baru Dr. Nafsiah Mboi ini sudah matang dan siap diimplimentasikan secara langsung melalui program-program kesehatan. Sekali lagi harapan selalu ada dan rasanya profesi kedokteran harus menyambut kedatangan Menkes baru dan siap mendukung untuk mengejar ketertinggalan selama ini dalam hal pembangunan kesehatan.

Salam sehat.






Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui