Sabtu, 29 Agustus 2015

Health

Meningkatkan Pasokan ASI di Masa Cuti

Selasa, 10 Juli 2012 | 15:01 WIB

TANYA :

Saya mempunyai bayi yang berusia 1 bulan dan sebentar lagi cuti saya akan habis. Saya menginginkan mendapatkan ASI perahan yang dapat saya simpan. Akan tetapi, sudah saya coba dengan pompa ASI tetapi hanya mendapatkan 30 mililiter. Yang mau saya tanyakan, bagaimana agar bisa memproduksi ASI yang banyak di masa cuti ini? Makanan apa yang bisa saya konsumsi agar ASI melimpah sehingga dapat saya perah banyak? Demikian pertanyaan saya. Terimakasih atas jawabannya.

(Eny, 30, Yogyakarta)

JAWAB :

Dear Ibu Eny,

Salut atas semangat ibu untuk tetap memberikan ASI, meskipun akan kembali bekerja. Memerah ASI di saat cuti akan memastikan bayi mendapat ASI meskipun ibu sudah kembali bekerja. Prinsip produksi ASI adalah produksi berdasarkan permintaan. Jika permintaan meningkat (melalui menyusu langsung serta memerah ASI), maka tubuh akan meningkatkan produksi ASI untuk menyesuaikan kebutuhan barunya.

Memerah ASI dapat dilakukan setelah selesai menyusui, ataun pada sisi payudara yang sedang tidak disusukan atau menyelipkan waktu khusus untuk memerah ASI pada saat malam/dini hari. Hasil perahan akan meningkat perlahan-lahan sesuai dengan frekuensi memerah ASI. Tidak diperlukan makanan atau minuman khusus untuk meningkatkan produksi ASI, meskipun ibu menyusui perlu memastikan kebutuhan cairan dan kalori hariannya terpenuhi.

Pastikan juga menggunakan teknik memerah ASI yang tepat. Memerah dengan tangan merupakan cara termurah dan termudah untuk memerah ASI. Yang perlu disiapkan untik memerah ASI dengan tangan adalah menyiapkan wadah penampung bermulut lebar, wadah penyimpanan dengan bahan kaca atau plastik yang aman untuk menyimpan makanan.

Cuci bersih kedua wadah dan bilas dengan air panas, tiriskan dari sisa air. Cuci tangan dengan sabun. Kemudian letakkan ibu jari di bagian atas payudara, sekitar 3 sentimeter dari puting, dan jari telunjuk di bagian bawah payudara sekitar 3 cm dari puting. Dorong payudara dengan lembut menggunakan kedua jari tadi ke arah dinding dada, kemudian tekan lembut, maka ASI akan memancar ke dalam wadah.

Hindari menarik puting, menggesek kulit puting ataupun menyodok payudara dengan keras, karena sifat jaringan yang lembut. Pindahkan jari ke posisi lain apabila pancaran ASI berkurang. Lakukan bergantian dengan payudara satunya. Simpan ASI perah sesuai dengan tempat penyimpanan yang dimiliki.

Memerah ASI ini juga tetap perlu dilakukan saat ibu sudah kembali bekerja, paling tidak setiap 3 jam sekali. Berikan ASI perah pada bayi anda dengan media selain botol dot untuk mencegah bingung puting. Semoga informasi ini memudahkan ibu dalam memerah dan memberikan ASI kepada buah hati anda
Salam ASI,

Astri Pramarini, dr, IBCLC
(Konsultan Laktasi, Ketua AIMI Jawa Timur)

 

Editor : Asep Candra