Selasa, 21 Oktober 2014 09:13
Caring by Sharing | Kompas.com

NEWS & FEATURES / HEALTH CONCERN - ARTIKEL

Kekebalan Ibu "Ditransfer" pada Bayinya

Penulis : Lusia Kus Anna | Selasa, 10 Juli 2012 | 18:34 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

KOMPAS.com - Bayi yang mendapatkan air susu ibu (ASI) memang memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik. ASI yang berasal dari payudara sang ibu mengandung zat-zat penting yang membuat tubuh bayi lebih kuat terhadap penyakit. Namun begitu, meski telah mendapatkan ASI, bayi tetap perlu mendapatkan imunisasi karena kekebalan yang diperoleh dari air susu ibu hanya bertahan sementara.

Menurut dokter spesialis anak Sri Rezeki Hadinegoro, Sp.A, selain melalui pemberian ASI, ibu juga "mentransfer" kekebalan kepada sang bayi saat berada di dalam kandungan yang disebut dengan antibodi maternal. Namun kadar antibodi ini juga tergantung pada kekebalan ibunya.

"Kalau ibunya tidak pernah mendapat imunisasi maka anaknya juga tidak akan kebal. Tapi, jika dulu ibunya mendapat imunisasi campak secara lengkap maka saat lahir bayinya juga kebal terhadap campak," kata Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu di Jakarta, Selasa (10/7/2010).

Dia menjelaskan, kekebalan yang didapatkan bayi dari ibunya tersebut bersifat sementara dalam tubuh bayi. Misalnya saja untuk antibodi campak yang akan menurun saat bayi berusia enam bulan.

"Itu sebabnya dibuat jadwal panduan pemberian imunisasi untuk bayi dan anak yang sudah disesuaikan dengan faktor kekebalan dalam tubuh bayi," imbuhnya.

Selain pemberian ASI dan imunisasi, kekebalan seorang anak terhadap penyakit juga ditentukan oleh faktor nutrisi dan lingkungan, termasuk ketersediaan air bersih.

 


Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui