Senin, 15 September 2014 16:27

NEWS & FEATURES / HOT TOPICS - ARTIKEL

Rambu Mengirim SMS ke Dokter

Penulis : Lusia Kus Anna | Jumat, 7 September 2012 | 15:38 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
shutterstock

Kompas.com - Anda sedang demam dan merasa sangat lemas sehingga tak bisa turun dari tempat tidur. Namun Anda tidak yakin apakah harus ke dokter atau cukup minum obat yang dijual bebas. Dalam kondisi yang membutuhkan jawaban cepat seperti itu sering terpikir untuk mengirim SMS kepada dokter.

Mengirimkan SMS kepada dokter memang tidak dimaksudkan untuk mengganti konsultasi atau diskusi medis yang panjang. SMS seharusnya hanya untuk mencari informasi medis singkat seperti aman tidaknya minum obat tertentu, gejala penyakit yang perlu diwaspadai dan perlu ke rumah sakit secepatnya, atau ke dokter apa kita perlu berkonsultasi.

Beberapa dokter memang tak segan memberi nomor ponselnya kepada pasien. "Saya menyadari kini kita hidup di dunia yang bergerak cepat dan SMS akan mempersingkat banyak waktu," kata Howard J.Luks, ahli bedah ortopedi.

Selain SMS, sebagian dokter juga memanfaatkan situs jejaring sosial seperti Twitter untuk berkomunikasi dan memberikan edukasi publik kepada pasiennya. Mereka meluangkan waktu untuk membalas setiap pertanyaan yang masuk ke akun twitternya.

Terkait dengan SMS, karena masuk ke nomor pribadi dokter, ada baiknya Anda memperhatikan etiket berkirim SMS berikut ini.

- Saat berkonsultasi secara lansung tanyakan kepada dokter apakah Anda boleh meminta nomor ponsel dokter dan apakah Anda boleh mengirim SMS bila ada kondisi yang cukup penting.

- Pastikan isi SMS yang dikirimkan singkat dan padat. Misalnya bertanya berapa kali perban luka harus diganti.

- Sebaiknya isi SMS bukan tentang hal-hal yang rutin dan umum. Pertanyaan itu bisa ditanyakan saat pertemuan berikutnya.

- Pertanyaan yang sifatnya darurat dan membutuhkan jawaban segera sebaiknya tidak dikirim lewat SMS karena mungkin saja dokter tidak langsung membalasnya. Sebaiknya Anda langsung menelepon rumah sakit atau datang langsung.

 


Sumber :

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui