Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 22/07/2020, 15:00 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

KOMPAS.com – Banyak orang yang ingin menurunkan berat badan memilih melakukan diet rendah karbohidrat dan tinggi protein.

Mereka pada gilirannya akan mulai membatasi asupan karbohidrat dan menggantinya dengan konsumsi makanan atau suplemen yang mengandung protein tinggi.

Penerapan diet rendah karbohidrat dan tinggi protein ini dianggap dapat menghambat pembentukan lemak berlebih di dalam tubuh.

Baca juga: 13 Makanan yang Mengandung Karbohidrat Tinggi tapi Menyehatkan

Namun, diet rendah karbohidrat pada kenyatannya punya beberapa efek samping yang patut diwaspadai.

Apa saja risiko atau bahaya diet rendah karbohirat ini?

1. Flu

Diet rendah karbohidrat tertinggi adalah diet ketogenik atau disebut diet keto.

Diet ini dilakukan dengan pengurangan asupan karbohirat secara drastis, yakni hingga 5 hingga 10 persen dari asupan kalori harian dan mendapatkan sebagian besar kalori dari lemak dan beberapa protein.

Melansir Live Strong, dalam kekurangan karbohidrat, hati akan mengubah lemak menjadi asam yang disebut keton, yang digunakan tubuh untuk bahan bakar.

Proses ini dapat disebut sebagai ketosis yang biasanya dimulai 3 atau 4 hari membatasi karbohidrat.

Penurunan berat badan awal pada diet keto disebabkan oleh hilangnya berat air yang terkait dengan penipisan glikogen.

Setelah beberapa hari, orang mungkin mengalami efek jangka pendek yang tidak menyenangkan, seperti mual, kelelahan dan pusing, yang merupakan sekelompok gejala yang disebut “flu keto”.

Baca juga: 17 Makanan yang Mengandung Protein Tinggi

2. Gula darah rendah

Seiring berjalannya waktu, ketosis akibat penerapan diet rendah karbohidrat dapat menyebabkan dehidrasi, mengubah keseimbangan kimiawi dalam darah, hingga membuat kadar gula darah menjadi sangat rendah.

Gejala gula darah rendah dapat muncul secara tiba-tiba dan bervariasi pada setiap orang.

Halaman:
Komentar
saya ikut diet stop karbohidrat karena punya penyakit diabetes sehingga stop nasi total & semua tumbuh2an digantikan makanan hewani & telur ditambah buah alpukat jamur2an pengganti serat agar2 alhamdulillah gd menurun drastis & stabil badan juga lebih enak, efek samping tergantung adaptasi tubuhnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
[FULL] Kapolri soal Pantauan Arus Mudik Lebaran 2025: Fatalitas dan Keamanan Lebih Baik dari Tahun
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau