Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/11/2013, 08:44 WIB
Rosmha Widiyani

Penulis

KOMPAS.com — Isu yang berkembang dari kasus dr Ayu juga menyoal kompetensi dokter spesialis kandungan bernama lengkap Dewa Ayu Sasiary Prawani (38) ini saat melakukan tindakan bedah caesar. Meski belum menjadi dokter spesialis kandungan saat melakukan operasi bedah caesar pada 2010, dr Ayu sudah berkompeten melakukan tindakan tersebut. Saat tindak operasi berlangsung pada April 2010, dr Ayu menempati posisi chief resident.

Chief resident dalam dunia pendidikan kedokteran berarti yang bersangkutan mampu melakukan tindak operasi secara mandiri bergantung pada spesialisasi yang diambil.

"Dalam posisi tersebut, dr Ayu sudah memiliki surat izin praktik (SIP) namun masih untuk tingkat fakultas dan universitas. Seorang dokter tak mungkin melakukan operasi bila tidak memiliki SIP," kata Sekertaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng Muhammad Faqih saat dihubungi Kompas Health, Jumat (29/11/2013).

Posisi chief resident, jelas Daeng, hanya bisa diperoleh bila seorang calon dokter mampu melalui tiga tahap sebelumnya dalam pendidikan kedokteran. Posisi ini sekaligus mengindikasikan calon dokter tersebut akan lulus dalam waktu dekat dan berhak menyandang status sebagai spesialis.

Tiga tahap tersebut adalah melihat dan mengkaji, asistensi, dan pendampingan operasi. Tahap pertama biasa dilakukan mahasiswa tahun pertama spesialis selama 1-2 tahun.

Tahap berikutnya, yaitu sebagai asisten dan pendampingan operasi, dilakukan berdasarkan kemampuan calon dokter. Bila kemampuannya cukup, level ini bisa dilewati dalam 2-3 tahun. Namun, jika tidak, durasi tahap ini akan diperpanjang.

Selama melalui tahap asistensi dan pendampingan operasi, calon dokter akan dinilai oleh masing-masing fakultasnya. Hasil penilaian dikirim ke kolegium pendidikan yang ada di tiap perhimpunan kedokteran. Kolegium pendidikan tersebut beranggotakan ketua program studi (KPS) dari semua fakultas kedokteran yang ada di Indonesia.

"Kolegium inilah yang kemudian menentukan apakah seorang calon dokter bisa dinyatakan mandiri. Dari tahap ini bisa dilihat, tidak sembarang calon dokter bisa melakukan operasi. Ada tahap-tahap yang harus dilalui sebelum dinyatakan mandiri," kata Daeng.

Hal senada dikatakan Ketua Biro Hukum Pembinaan dan Pembelaan Anggota (BHP2A) IDI HN Nazar. Pada level chief resident, kata Nazar, kewenangan lain dr Ayu adalah menangani proses persalinan biasa dan operasi tumor kandungan jinak.

"Dalam level tersebut dr Ayu hanya perlu menunggu ujian nasional, dan 90 persen bisa dikatakan mampu menyandang spesialis. Hal ini terbukti pada awal Januari 2011 dr Ayu sudah menyandang gelar spesialis," ujar Nazar.

Lebih jauh, Nazar menjelaskan, posisi chief resident biasa mengisi posisi di rumah sakit pendidikan dan jejaringnya sehingga seorang chief resident bisa bekerja di RSU maupun RSUD, yang memiliki jaringan dengan rumah sakit pendidikan.

Kasus dr Ayu rugikan dunia kesehatan Indonesia
Nazar mengatakan, kasus dr Ayu berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi dunia kesehatan Indonesia. Hal ini disebabkan mayoritas dokter chief resident mengisi rumah sakit terpencil di daerah pedalaman di seluruh Indonesia.

"Khusus untuk chief resident biasanya tiap perguruan tinggi punya 10 orang. Dengan 12 sentra pendidikan, maka kita memiliki 120 chief resident. Kalau semua chief resident ditarik karena kasus dr Ayu, lantas berapa yang kita punya di lapangan, terutama di daerah terpencil? Hal ini tentu merugikan dunia kesehatan Indonesia," kata Nazar.


Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Baca tentang
 
Pilihan Untukmu
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Hype

Dewi Yull: Telah Berpulang Ray Sahetapy, Ayah dari Anak-anakku

api-1 . NEXT-READ-V2
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Brandzview

Nunggu Beduk Magrib Lebih Berwarna, DANA Hadirkan NGABUBURICH dengan Hadiah hingga Rp 850 Juta

api-1 .
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Food

9 Buah Pelancar BAB yang Bantu Bersihkan Usus Kotor

api-1 . NEXT-READ-V2
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Cek fakta

[KLARIFIKASI] Tidak Benar AC Masjid Meledak dan Tewaskan 20 Orang, Simak Faktanya

api-1 . CONTEXT-PERSON
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Travel

40 Balasan Ucapan Selamat Idul Fitri Biar Tak Hanya Jawab “Sama-sama”

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Cek fakta

INFOGRAFIK: Hoaks Subsidi Elpiji 3 Kg Akan Diganti Bantuan Uang, Simak Faktanya

api-1 . CONTEXT-PERSON
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Brandzview

Agar Khusyuk Ibadah dan Anti-Boros, Siapkan Jadwal Imsakiyah dan Bijak Rencanakan Keuangan

api-1 .
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Lifestyle

Bicara Pakai Bahasa Bayi Bisa Ganggu Perkembangan Anak, Simak Penjelasan Dokter

api-1 . CONTEXT-PERSON
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

News

Lokasi SIM Keliling di Jakarta Hari Ini 4 Desember 2024

api-1 . CONTEXT-EVENT
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

News

Lokasi SIM Keliling di Jakarta Hari Ini 5 Desember 2024

api-1 . CONTEXT-EVENT
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Hype

Rama Sahetapy dan Merdianti Octavia Hadir ke Rumah Duka Ray Sahetapy

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Prov

50 Ucapan Selamat Idul Fitri 2025 "Taqaballahu Minna Wa Minkum" dan Balasannya

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Prov

Jurnalis Juwita Diduga Dibunuh Kekasihnya, Oknum TNI AL, Jelang Pernikahan

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

News

Hasil Sidang Isbat: Idul Fitri 2025 Jatuh pada Senin 31 Maret

api-1 . POPULAR-INDEX

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Perjuangan Petugas Penyelamat Gempa Myanmar, Bertaruh Nyawa di Bangunan Miring dan Ambruk
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau