Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Jasamarga

Hati-hati, PMS Bisa Berakhir Hipertensi

Kompas.com - 06/12/2015, 11:20 WIB
Ayunda Pininta

Penulis

KOMPAS.com - Hipertensi  atau tekanan darah tinggi masih menjadi penyebab utama serangan jantung dan stroke. Berita tak sedapnya, penelitian terbaru menemukan bahwa jumlah kasus hipertensi meningkat di kalangan wanita muda, dan sebuah studi baru yang diterbitkan dalam American Journal of Epidemiology menganggap, sindrom pramenstruasi (PMS) lah yang menjadi “tersangka utama”.

Para peneliti menjelaskan, kondisi PMS yang buruk memiliki kontribusi terhadap hipertensi, seperti disfungsi sistem renin-angiotensin aldosteron yang mengatur keseimbangan natrium, volume darah, dan penyempitan arteri.

Para peneliti juga menganalisis data yang dikumpulkan dari 116.686 wanita di Amerika Serikat yang telah berpartisipasi dalam Nurses Health Study II (NHS2).

Baca juga: Ribuan Kurir Antre Sepanjang 2 Kilometer untuk Retur Paket di Ulujami

Mereka meneliti perempuan berusia 25-42, tentang sejarah medis mereka dan perilaku yang berhubungan dengan kesehatan, seperti merokok dan penggunaan kontrasepsi oral.

Responden juga diminta menjawab kuesioner setiap dua tahun setelah dimulainya studi untuk memperbarui informasi tentang faktor risiko dan melaporkan diagnosis baru. Kuesioner tersebut menilai terjadinya gejala PMS, dan dampak pada kesehatan mereka sehari-hari.

Hasil penelitian menunjukkan, wanita dengan gejala PMS yang buruk memiliki risiko 40 persen lebih tinggi terkena tekanan darah tinggi selama 20 tahun berikutnya dibandingkan dengan wanita yang mengalami gejala menstruasi biasa.

Baca juga: Pemutihan Pajak Kendaraan di Jabar, Dedi Mulyadi: Ada yang Nunggak 18 Tahun, Mau Kapan Bayarnya?

Dan risiko tersebut bahkan lebih tinggi bagi wanita dengan usia di bawah 40 tahun. Dengan kata lain, wanita muda yang sering mengalami kondisi PMS yang buruk, seperti nyeri perut, pegal-pegal, pusing, lemas, mual, kehilangan gairah, hingga perasaan sensitif yang tinggi, memiliki risiko tiga kali lipat lebih banyak untuk terserang hipertensi dibandingkan dengan wanita tanpa PMS.

Penelitian lebih lanjut memang diperlukan, tetapi peneliti menyarankan para wanita yang kerap diganggu dengan gejala PMS untuk melakukan diet sehat demi mengurangi gejalanya.

Salah satunya dengan mengasup vitamin B tiamin dan riboflavin yang bisa mengurangi gejala PMS sebanyak 25-35 persen.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Momen Wapres Gibran Bagi-bagi Kado Lebaran, Ajak Anak Yatim Piatu Beli Baju Baru
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau