Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Halusinasi: Penyebab, Jenis, hingga Cara Mengatasinya

KOMPAS.com - Halusinasi adalah pengalaman sensorik yang tampak nyata tetapi diciptakan oleh pikiran kita sendiri.

Kondisi ini bisa menganggu seluruh indera dalam tubuh. Ada berbagai hal yang bisa memicu seseorang mengalami halusinasi.

Berikut berbagai hal yang bisa memicu halusinasi:

- Gangguan mental

Gangguan kesehatan mental merupakan salah satu penyebab halusinasi yang umum terjadi.

Berbagai gangguan mental yang bisa memicu halusinasi antara lain skizofrenia, demensia, delirum dan sejenisnya.

- Penggunaan zat tertentu

Penggunaan zat tetentu juga bisa memicu halusinasi. Contoh obat-obatan yang memicu halusinasi antara lain, kokain dan alkohol.

- Kurang tidur

Kurang tidur juga bisa memicu halusinasi, terlebih jika hal ini terjadi dalam jangka waktu lama.

- Efek obat

Obat-obatan tertentu untuk mengatasi gangguan kesehatan mental dan fisik juga dapat menyebabkan halusinasi.

Obat yang umum menyebabkan halusinasi antara lain obat penyakit parkinson, depresi, psikosis, dan epilepsi.

Jenis halusinasi

Halusinasi dapat memengaruhi penglihatan, indra penciuman, perasa, pendengaran, atau sensasi tubuh.

Bedasarkan hal tersebut, halusinasi dibedakan menjadi kategori berikut:

1. Halusinasi visual

Halusinasi visual melibatkan indera penglihatan yang membuat penderitanya melihat hal-hal yang sebenarnya tidak ada.
Halusinasi bisa berupa objek, pola visual, orang, atau cahaya.

Misalnya, kita melihat seseorang yang tidak ada di ruangan atau lampu berkedip yang tidak dapat dilihat orang lain.

2. Halusinasi penciuman

Halusinasi penciuman melibatkan indra penciuman, yang membuat penderitanya mencium aroma yang tidak dirasakan orang lain.

3. Halusinasi pendengaran

Halusinasi pendengaran adalah salah satu jenis halusinasi yang paling umum.

Kondisi ini membuat penderitanya mendengar suara-suara aneh seperti bisikan untuk melakukan suatu hal.

4. Halusinasi sentuhan

Jenis halusinasi ini melibatkan perasaan sentuhan atau gerakan di tubuh.

Misalnya, kita merasa serangga merayap di kulit atau organ dalam tubuh yang bergerak-gerak.

Halusinasi ini juga bisa membuat penderitanya merasakan imajinasi sentuhan tangan seseorang di tubuhnya.

5.Halusinasi gustatory

Jenis halusinasi ini mirip dengan halusinasi penciuman, tetapi melibatkan indra perasa.

Kondisi ini membuat penderitanya seringkali merasa aneh atau tidak menyenangkan. Biasanya, halusinasi ini seringkali dialami penderita epilepsi.

Cara mengatasi

Halusinasi hanya bisa ditangani dengan bantuan ahli. Biasanya, perawatan untuk halusinasi bergantung pada penyebab utamanya.

Misalnya, jika halusinasi terjadi karena konsumsi alkohol yang terlalu banyak, dokter bisa meresepkan obat yang membantu menenangkan sistem saraf.

Selain itu, halusinasi juga bisa diatasi dengan bantuan terapi konseling. Biasanya, metode ini digunakan untuk halusinasi yang disebabkan oleh gangguan kesehatan mental.

Konseling diguakan agar pasien bisa memahami dengan baik apa yang terjadi dengan dirinya dan mengembangan strategi penanganan yang tepat, terutama saat merasa takut atau paranoid.

https://health.kompas.com/read/2020/08/18/180400968/halusinasi--penyebab-jenis-hingga-cara-mengatasinya

Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke