Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Punya Dampak Besar, Bagaimana Mengatasi Efek Peristiwa Traumatis?

KOMPAS.com - Peristiwa traumatis seringkali memicu kerugian fisik, emosional, spiritual, dan psikologis.

Orang yang mengalami peristiwa trauma seringkali merasa terancam, cemas, atau ketakutan, meski peristiwa tersebut telah berlalu.

Efek peristiwa traumatis memang tak bisa disepelekan karena bisa berdampak besar pada kehidupan seseorang.

Beberapa contoh peristiwa traumatis, antara lain:

  • kematian anggota keluarga
  • perceraian
  • sakit atau cedera fisik
  • perang
  • bencana alam
  • terorisme.

Bagaimana Orang Menanggapi Peristiwa Traumatis?

Setiap orang menanggapi peristiwa traumatis dengan cara berbeda. Seringkali, tanda-tandatrauma tidak terlihat tetapi bisa menyebabkan reaksi emosional yang serius.

Syok dan penyangkalan setelah kejadian merupakan reaksi yang wajar. Biasanya, hal itu dilakukan untuk melindungi diri dari dampak emosional dari peristiwa tersebut.

Peristiwa traumatis juga bisa menyebabkan seseorang merasa kosong dan hampa.

Berikut berbagai hal yang bisa terjadi pada seseorang yang mengalami peristiwa traumatis:

  • mudah marah
  • perubahan suasana hati yang dramatis
  • kecemasan
  • depresi
  • penyangkalan
  • ingatan berulang tentang peristiwa tersebut
  • gangguan tidur
  • perubahan nafsu makan
  • ketakukan yang intens.

Orang yang mengalami peritiwa traumatis bisa saja mengalami PTSD atau gangguan stres pascatrauma.

PTSD adalah jenis gangguan kecemasan yang memengaruhi hormon stres dan mengubah respons tubuh terhadap stres.

PTSD dapat menyebabkan respons fisik dan emosional yang intens terhadap pikiran atau ingatan apa pun tentang peristiwa traumatis. Hal itu bisa terjadi dalam hitungan bulan hingga tahunan.

Bagaimana cara mencegahnya?

Ada beberapa cara untuk membantu memulihkan stabilitas emosi setelah peristiwa traumatis. Berikut cara tersebut:

  • bicarakan pengalaman tersebut dengan keluarga atau teman dekat. Kit ajuga bisa berbagikisah dalam buku harian.
  • beri diri waktu dan sadari bahwa kita tidak dapat mengontrol segalanya.
  • mintalah dukungan dari orang-orang terdekat
  • temukan kelompok pendukung
  • mengonsumsi makanan bergizi seimbang, olahraga, istirahat yang cukup, dan hindari alkohol dan obat-obatan.
  • pertahankan rutinitas harian dengan aktivitas terstruktur.
  • lakukan hobi atau minat lain, tetapi jangan berlebihan.

Kapan saatnya meminta bantuan profesional?

Jika peristiwa traumatis tersebut mengganggu aktivitas harian, sebaiknya kosultasikan dengan profesional.

Kita juga perlu mencari bantuan profesional jika mengalami gejala berikut:

  • ledakan emosional
  • perilaku agresif
  • penarikan
  • kesulitan terus-menerus dalam tidur
  • obsesi berlanjut dengan peristiwa traumatis
  • masalah serius di sekolah.

https://health.kompas.com/read/2020/12/03/140000768/punya-dampak-besar-bagaimana-mengatasi-efek-peristiwa-traumatis-

Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke