Salin Artikel

7 Penyebab Muntaber yang Perlu Diwaspadai

KOMPAS.com - Muntaber atau muntah berak adalah gejala umum yang dapat menyerang semua orang dari segala usia, mulai bayi hingga lansia.

Gejala muntaber biasanya diawali dengan adanya muntah dan diare secara bersamaan.

Sering kali, kedua gejala ini disebabkan oleh sakit perut atau keracunan makanan dan akan sembuh dalam beberapa hari.

Di samping itu, ada beberapa penyebab lain dari muntaber.

Berikut beberapa penyebab muntaber yang harus diwaspadai.

1. Gastroenteritis virus

Gastroenteritis virus adalah infeksi di usus yang disebabkan oleh virus.

Gastroenteritis akibat virus sering disebut sebagai flu perut, meskipun penyebabnya bukanlah virus influenza.

Virus yang paling sering menyebabkan gastroenteritis meliputi:

  • norovirus
  • rotavirus
  • virus astro
  • adenovirus

Semua virus ini dapat menyerang orang dari segala usia.

Namun, jenis rotavirus,virus astro, dan adenovirus sering kali menginfeksi bayi dan balita.

Virus ini ditularkan melalui kontak dengan kotoran atau muntahan yang terinfeksi.

Hal ini dapat terjadi apabila orang yang terinfeksi tidak mencuci tangannya dengan bersih setelah menggunakan kamar mandi, lalu menyentuh permukaan yang digunakan orang lain atau menyiapkan makanan untuk orang lain.

Gejala gastroenteritis virus meliputi:

  • diare berair
  • sakit perut dan kram
  • mual dan muntah
  • demam (kadang-kadang)

2. Keracunan makanan

Keracunan makanan adalah infeksi di usus yang disebabkan oleh bakteri.

Biasanya, pasien mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi.

Kondisi ini bisa terjadi di mana saja, baik di rumah atau di rumah makan, ketika makanan tidak diolah dan dimasak secara benar.

Beberapa bakteri dapat menyebabkan keracunan makanan antara lain sebagia berikut.

  • E. coli
  • Campylobacter
  • Salmonella
  • Stafilokokus
  • Shigella
  • Listeria

Gejala keracunan makanan dapat dimulai dalam beberapa jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi dan akan hilang dalam beberapa jam hingga beberapa hari.

Kondisi ini biasanya terjadi tanpa harus ada pengobatan.

Diare encer dan muntah adalah gejala keracunan makanan yang paling umum.

Namun, dalam beberapa kasus ada gejala lain, yakni mual, kram perut dan nyeri, diare, berdarah, dan demam.

3. Traveler’s diarrhea

Traveler’s diarrhea atau diare saat bepergian adalah gangguan saluran pencernaan yang paling sering disebabkan oleh virus, parasit, atau bakteri yang dikonsumsi dalam air atau makanan.

Kondisi ini paling mungkin terjadi ketika seseorang mengunjungi area dengan iklim atau sanitasi yang berbeda dari yang biasa dilakukan di rumah.

Gangguan ini biasanya sembuh dalam dua atau tiga hari.

Diare encer dan kram adalah gejala yang paling umum.

Namun, diare saat bepergian juga dapat menyebabkan mual dan muntah, perut kembung (gas), kembung, demam, dan kebutuhan mendesak untuk buang air besar.

4. Stres

Penelitian berjudul “Stress and the Gut” menyebutkan bahwa fungsi gastrointestinal dipengaruhi oleh stres.

Stres biasanya menyebabkan sejumlah gejala yang berhubungan dengan perut, seperti diare, mual, muntah, sembelit, gangguan pencernaan, dan maag.

Hormon stres yang dilepaskan oleh tubuh dapat memperlambat motilitas di perut dan usus kecil sehingga memicu peningkatan gerakan di usus besar.

5. Kehamilan

Tubuh mengalami banyak perubahan selama kehamilan.

Morning sickness adalah penyebab paling umum dari muntah selama kehamilan.

Terlepas dari namanya, morning sickness bisa terjadi kapan saja sepanjang hari.

Kondisi ini dialami oleh 7 dari 10 wanita hamil, biasanya selama 14 minggu pertama kehamilan.

Beberapa wanita mengalami hiperemesis gravidarum, yaitu suatu kondisi yang menyebabkan mual dan muntah yang parah.

Diare dan muntah saat hamil dapat disebabkan oleh perubahan pola makan, perubahan hormonal, dan kepekaan makanan baru.

Vitamin prenatal juga menyebabkan diare pada beberapa orang.

Gejala ini juga bisa disebabkan oleh gastroenteritis, yang umum terjadi selama kehamilan.

6. Makan berlebihan

Makan atau minum secara berlebihan dapat menyebabkan diare dan muntah.

Selain itu, biasanya akan dibarengi dengan beberapa gejala berikut.

  • perasaan kenyang yang tidak nyaman
  • gangguan pencernaan
  • bersendawa
  • maag

Jenis makanan yang dikonsumsi juga penting.

Mengonsumsi makanan berminyak atau bergula dalam jumlah besar dapat mengiritasi perut dan menyebabkan diare dan muntah.

Jika sudah memiliki kondisi gastrointestinal, makan berlebihan bahkan lebih mungkin menyebabkan gejala-gejala lain, seperti IBS, tukak lambung, refluks asam, dan GERD.

7. Obat-obatan

Diare dan muntah adalah efek samping dari banyak obat.

Kondisi ini bisa jadi karena cara kerja obat atau karena obat mengandung zat aditif yang mengiritasi perut.

Pengobatan yang umumnya menyebabkan diare dan muntah antara lain sebagai berikut.

  • antibiotik tertentu
  • obat antiinflamasi nonsteroid (NSAIDS) , seperti ibuprofen (Advil) dan aspirin (Bufferin)
  • obat kemoterapi
  • metformin (Glucophage, Fortamet)

Antibiotik dapat menyebabkan muntah dan diare karena membunuh bakteri "baik" yang biasanya hidup di saluran pencernaan.

Hal ini memungkinkan bakteri yang disebut Clostridium difficile tumbuh terlalu banyak sehingga menyebabkan gejala yang mirip dengan keracunan makanan yang parah.

 

https://health.kompas.com/read/2021/06/06/090000068/7-penyebab-muntaber-yang-perlu-diwaspadai

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.