Plester Pencegah Serangan Kanker Kulit

Kompas.com - 16/03/2009, 08:29 WIB
Editor

KOMPAS.com - Sebuah plester yang dapat mengurangi resiko pemakainya dari kanker kulit telah diciptakan oleh beberapa ilmuwan di Skotlandia. Teknologi bernama dosimeter ini dikembangkan dalam wujud plester yang dapat memperingatkan mereka yang berjemur di bawah terik matahari akan potensi bahaya paparan ultraviolet secara berlebihan.

Dosimeter yang sensitif terhadap sinar ultraviolet dapat merubah warna plester saat mereka yang mengenakannya terpapar sinar ultraviolet secara berlebihan. Perlengkapan yang berkisar 10 pence ini dapat juga dikenakan wujud gelang atau plester. Produk ini bahkan dapat mendeteksi sinar ultraviolet saat dikenakan di dalam pakaian renang.

Beberapa ilmuwan The University of Strathclyde di Skotlandia mengumumkan penemuan mereka itu di jurnal Chemical Communications. Sinar ultraviolet menyebabkan reaksi kimia di plester dengan melepaskan asam berupa sebuah warna sehingga memungkinkan terjadinya perubahan warna.

Dengan demikian, saat mereka yang mengenakan teknologi ini berjemur terlalu lama di bawah matahari, dosimeter akan mengeluarkan warna berbeda dari kuning menjadi merah. Perubahan warna itu mengindikasikan peringatan bahwa sudah waktunya bagi mereka yang berjemur untuk berada di dalam ruangan atau menghentikan aktivitasnya itu.

Profesor kimia, Andrew Mills menggambarkan warna sensitif asam tersebut sebagai 'tinta intelijen'. "Banyak orang memikirkan reaksi kimia yang terjadi pada tabung tes. Namun, reaksi kimia kali ini bisa terjadi pada film tinta dengan lapisan sangat tipis yang memproduksi perubahan warna," kata Mills.

Plester ini diharapkan dapat mengurangi secara tajam perkembangan kanker kulit yang merupakan dampak dari paparan matahari secara berlebihan. Beberapa periset telah menyampaikan kesanggupannya untuk mengadaptasi produk itu ke berbagai jenis kulit manusia dengan menambahkan alkali pada zat pewarnanya untuk menghambat perubahan warna.

Beberapa pakar menjelaskan membutuhkan waktu antara 4 hingga 8 jam untuk menunjukkan paparan sinar matahari yang berlebihan pada kulit. Tim pakar itu akan mengadakan uji coba dengan teknologi dosimeternya musim panas tahun ini sehingga diharapkan produk itu dapat dipasarkan Oktober.

"Rencana kami adalah mengenalkan teknologi ini ke sebuah perusahaan untuk menerapkan teknologi itu pada produknya seperti pada label pakaian atau gelang," kata Andrew Mills. "Kami telah didekati oleh sejumlah manufaktur produk perawatan kulit yang tertarik dengan teknologi tersebut," tambahnya.

Kanker kulit merupakan kanker yang umumnya ditemui di Inggris dan menelan lebih dari 2.300 jiwa setiap tahunnya. Jodie Moffat dari Cancer Research UK yakin produk plester ini akan bermanfaat untuk menekankan kerusakan yang ditimbulkan oleh paparan sinar ultraviolet terhadap kulit manusia. Jodie Moffat berharap plester itu dapat digunakan sebagai alat untuk menyadarkan orang lain tentang pentingnya arti melindungi kesehatan kulit mereka.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X