Pil KB Kurangi Kepadatan Tulang

Kompas.com - 18/01/2010, 11:54 WIB
Editorhertanto

KOMPAS.com - Perempuan yang menggunakan kontrasepsi oral harus mewaspadai risiko menurunnya kepadatan tulang akibat penggunaan pil KB dalam jangka panjang, meskipun kadar estrogennya rendah.

Demikian menurut hasil riset terkini yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan Contraception. "Meski hasil penelitian ini belum menemukan kaitan yang nyata namun kami menemukan bahwa penggunaan pil kontrasepsi, bahkan dengan dosis estrogen yang rendah dalam jangka panjang mengurangi kepadatan tulang," kata Delia Scholes, peneliti dari Group Health Research Institute, Seatle, Amerika Serikat.

Dalam penelitiannya, Scholes melakukan perbandingan kepadatan tulang pada 606 perempuan berusia 14-30 tahun yang menggunakan pil KB selama lebih dari dua tahun. Dalam riset ini para peneliti membandingkan faktor penggunaan pil, durasi, dan dosis estrogen. Para responden juga dites kepadatan tulangnya di bagian pinggul, tulang belakang, dan seluruh tubuh.

Saat dibandingkan antara pengguna pil KB dan non pengguna, ditemukan pengguna pil KB memiliki kadar kepadatan tulang di bagian tulang belakang 5,9 persen lebih rendah dan 2,3 persen lebih rendah di seluruh tubuh. Terlihat pula tren penurunan massa tulang di bagian pinggul meski secara statistik tidak signifikan.

Scholes mengatakan penurunan kepadatan tulang sampai 5 persen pada wanita yang menopause berisiko patah tulang hingga 50 persen. Dia mengatakan, saat ini 12 juta perempuan di AS menggunakan kontrasepsi oral, dengan jumlah terbanyak pada wanita usia kurang dari 30 tahun. Padahal, usia 20-an merupakan periode penting untuk meningkatkan kepadatan tulang.

Beberapa hasil studi sebelumnya menghasilkan kesimpulan yang berbeda mengenai dampak pil KB terhadap kepadatan tulang. Beberapa menyatakan tak ada pengaruh, sementara yang lain sebaliknya.

Scholes meyakini hormon yang terdapat dalam pil KB akan memengaruhi kadar hormon yang normal. Hal ini berdampak pada menurunnya sirkulasi estrogen yang akhirnya berpengaruh pada produksi tulang.

Menanggapi hal tersebut, Dr Beatrice Chen, Direktur Center for Familiy Planning Reserch mengatakan, kaitan antara pil KB dengan kepadatan tulang masih kontroversial.

"Meski riset yang dilakukan Scholes memberi tambahan informasi baru, namun wanita muda tak perlu takut dan menghentikan penggunaan pil kontrasepsi," katanya.

Chen menambahkan, studi jangka panjang yang dilakukan menunjukkan saat kontrasepsi oral dihentikan, kepadatan tulang akan cepat kembali menjadi normal. Selain itu, bila Anda khawatir akan risiko osteoporosis, dia menganjurkan agar setiap hari Anda mengonsumsi makanan atau suplemen yang kaya kalsium.

"Jangan lupa melakukan aktifitas fisik dan berhentilah merokok," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.