Bullying di Sekitar Kita...

Kompas.com - 19/03/2010, 03:18 WIB
Editor

Hi MuDAers! Pasti kamu sudah sering dengar kata bullying! Tapi, sampai sekarang masih ada salah pengertian soal bullying. Banyak orang yang berpikir bullying dapat disamakan dengan senioritas. Sebenarnya pemikiran seperti itu kurang benar. Bullying dapat didefinisikan sebagai tindakan penekanan terhadap seseorang, baik fisik maupun mental, dan bukan menjadi bagian dari senioritas.

Mungkin di antara kita ada yang tidak menyadari, sebenarnya kita pun sewaktu-waktu pernah menjadi pelaku atau korban bullying. Tidak selalu pelaku bullying itu seorang senior atau orang yang lebih tua. Hal ini lebih sering terjadi di lingkungan pertemanan kita, yang mayoritas sebaya.

Perilaku bullying dapat dikelompokkan dalam empat kategori. Pertama, kontak fisik langsung, seperti memukul, menendang, memeras, atau mengunci seseorang di dalam ruangan. Kedua, kontak verbal langsung, seperti mengancam, mempermalukan, merendahkan, atau mengejek.

Ketiga, perilaku nonverbal langsung, seperti melihat dengan sinis, menampilkan ekspresi muka yang merendahkan, atau menjulurkan lidah. Keempat, perilaku nonverbal tidak langsung, seperti mendiamkan seseorang, sengaja mengucilkan, atau mengirimkan surat kaleng.

Perilaku ”bullying”

Pada umumnya perilaku bullying kontak verbal langsung lebih sering dilakukan. Tak hanya kepada adik kelas, seperti persepsi kebanyakan orang, tetapi terhadap teman kita sendiri pun hal itu sering terjadi.

Terkadang kita tak sadar bahwa perilaku mengejek, merendahkan, dan menjadikan seseorang sebagai bahan tertawaan itu menjadi masalah bagi si korban. Biasanya si korban hanya diam atau pasrah.

Namun, itu yang membahayakan karena akibat dari bullying dapat bermacam-macam, seperti hilangnya rasa percaya diri, tidak memiliki semangat untuk bersekolah, bahkan dapat menyebabkan perasaan ingin bunuh diri. Bullying mengganggu psikis korban. Akibat ini yang lebih membahayakan karena makin sulit disembuhkan.

Kalau kita tinjau lebih jauh lagi, sebenarnya yang menjadi masalah adalah penyakit sosial yang diderita si pelaku. Apabila pelaku tidak memiliki sindrom untuk mengusik orang lain, pastinya bullying tidak akan terjadi.

Tak ada alasan yang membenarkan perilaku tersebut karena tujuan dari perilaku bullying dapat dikatakan sebagai tindakan yang mencelakai, melukai, dan menyakiti orang lain, baik fisik maupun mental.

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.