15 Klub Ikuti Liga Primer Indonesia

Kompas.com - 17/09/2010, 23:07 WIB
EditorTjatur Wiharyo

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 15 klub yang selama ini berkiprah di kompetisi sepak bola nasional menyepakati ikut Liga Primer Indonesia (LPI), sebuah kompetisi yang digagas pengusaha nasional Arifin Panigoro di Jakarta.

Dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat, ke-15 klub yang bakal berpartisipasi di kompetisi LPI, di antaranya PSM Makassar, Persebaya Surabaya, Arema Malang, Persija Jakarta, PSMS Medan, dan Persipura Jayapura.

Selain itu, Semen Padang, Persitara Jakarta Utara, PSPS Pekanbaru, PSS Sleman, Persijap Jepara, PSIS Semarang, Persema Malang, Deltras Sidoarjo, dan Persibo Bojonegoro.

"Sebenarnya ada 20 klub yang menyatakan bersedia mengikuti kompetisi ini, tetapi hari ini yang datang sebanyak 15 klub dan mereka sudah menyatakan komitmennya untuk ikut kompetisi ini," kata anggota tim perumus LPI di kediaman Arifin Panigoro, Arya Abhiseka.

Arya mengatakan, LPI dibentuk dan digelar sebagai keinginan terjadinya perubahan besar dalam kompetisi sepak bola nasional.

Klub-klub tersebut bersepakat menyelenggarakan Liga Primer Indonesia (LPI) sebagai liga independen yang didukung konsorsium yang dibentuk sejumlah pengusaha nasional yang dikomandani pengusaha nasional Arifin Panigoro.

Sementara lima klub lainnya turut mendukung, tetapi tidak hadir pada saat penandatanganan kesepakatan pembentukan LPI adalah Sriwijaya FC, Persita Tangerang, Persib Bandung, Persis Solo, dan Mitra Kukar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketidakhadiran mereka pada pertemuan tersebut karena berbagai alasan. Namun, penyelenggara mengatakan, kelima klub itu tetap berkomitmen bersedia mengikuti LPI.

Mengenai adanya tekanan kepada klub-klub tersebut nantinya, menurut Arya, PSSI dan PT Liga Indonesia (PSSI) tidak bisa semena-mena dan mencoret klub-klub yang akan berpartisipasi di LPI.

"Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tidak bisa melarang klub berkompetisi meski katanya PSSI bisa terkena sanksi oleh FIFA jika melakukan hal itu," tutur Arya Abhiseka.

Pada kesempatan itu, pengelola LPI mengatakan bahwa kompetisi yang digelarnya tidak untuk menandingi kompetisi buatan PSSI dan PT Liga Indonesia.

Diutarakan Arya, LPI hanya memperbaiki kompetisi yang sudah ada sekarang.

"Apa yang kami lakukan ini sudah dilakukan Inggris pada 1992, Skotlandia pada 1998, dan Italia pada tahun ini. Di negeri-negeri itu, federasi sepak bola tetap dilibatkan dalam pengelolaan kompetisi," tuturnya.

Perbedaan antara kompetisi yang digelar PSSI saat ini (Liga Super dan Liga Indonesia) dengan LPI dan di negara-negara tadi adalah kedudukan penyelenggara kompetisi sejajar dengan federasi sepak bola.

Perbedaan lainnya, LPI dan kompetisi di tiga negara tadi dimiliki oleh pesertanya sehingga seluruh keuntungan yang didapat dari kompetisi itu dikembalikan ke peserta.

Sementara kompetisi di Indonesia, klub tidak mendapatkan keuntungan finansial apa pun dengan mengikuti kompetisi tersebut kecuali hanya mendapat subsidi dalam jumlah kecil dari dana sponsor.

Liga Primer Indonesia (LPI) dicetuskan juga untuk menghentikan kebiasaan klub menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Selama ini, klub sangat bergantung kepada APBD, yang merupakan uang rakyat. Jika tidak dapat kucuran APBD, mereka tidak bisa berbuat apa-apa seperti yang dialami Persitara Jakarta baru-baru ini.

"Liga Primer Indonesia mampu menyelamatkan uang negara sebesar Rp 600 miliar setiap tahunnya," kata Ketua Umum Persebaya Saleh Ismail Mukadar yang turut hadir.

Untuk membebaskan klub dari APBD, penyelenggara LPI membantu modal awal yang besarnya berbeda-beda untuk setiap klub, bergantung pada kebutuhan masing-masing.

Untuk menjaga agar modal itu tidak diselewengkan oleh pengelola klub, penyelenggara LPI bakal mengaudit keuangan klub secara periodikal oleh auditor publik.

"Kami ingin sekali perubahan dalam sepak bola Indonesia. Sudah tidak zamannya lagi klub-klub ditakut-takuti. Kami ikut di baris terdepan dalam perubahan besar melalui liga baru independen ini. Kami yakin LPI bisa lebih baik dan menguntungkan klub-klub anggotanya," papar salah satu pengurus teras PSM Makassar, Noor Korompot. (ANT)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Hiperkalemia

    Hiperkalemia

    Penyakit
    Selin Mual dan Muntah, Ini 4 Tanda Awal Kehamilan

    Selin Mual dan Muntah, Ini 4 Tanda Awal Kehamilan

    Health
    Sindrom Albright

    Sindrom Albright

    Health
    4 Hal yang Harus Dilakukan saat Orang Terdekat Mengalami Depresi

    4 Hal yang Harus Dilakukan saat Orang Terdekat Mengalami Depresi

    Health
    13 Penyebab Menstruasi Tidak Teratur, Tidak Bisa Disepelekan

    13 Penyebab Menstruasi Tidak Teratur, Tidak Bisa Disepelekan

    Health
    Fibroid Rahim

    Fibroid Rahim

    Penyakit
    4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

    4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

    Health
    Nyeri Panggul

    Nyeri Panggul

    Penyakit
    7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

    7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

    Health
    Nyeri Dada

    Nyeri Dada

    Penyakit
    17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

    17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

    Health
    Hernia Hiatus

    Hernia Hiatus

    Penyakit
    Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

    Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

    Health
    Batuk Kering

    Batuk Kering

    Penyakit
    Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

    Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

    Health
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.