Kiat Agar Asma tak Sering Kumat

Kompas.com - 02/04/2011, 14:25 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Asma merupakan penyakit peradangan saluran napas yang diturunkan. Walaupun penyakit ini tidak bisa disembuhkan namun jika dikelola dengan benar asma bisa tidak muncul hingga bertahun-tahun sehingga orang sering menyebutnya sembuh.

Sesuai dengan asal katanya yang berasal dari bahasa Yunani kuno yang berarti "sukar bernapas" atau "terengah-engah", jika asma sedang kumat penderitanya akan mengalami gejala sesak napas, batuk dan mengi yang menimbulkan bunyi "ngik-ngik".

Menurut dr.Iris Rengganis, Sp.PD, KAI, gejala-gejala asma itu disebabkan oleh penyempitan saluran pernapasan. "Akibatnya aliran udara yang masuk atau yang keluar dari paru terganggu. Penderita biasanya akan merasa seperti bernapas dari lubang sedotan, sangat sesak," katanya dalam acara seminar kesehatan Menghadapi Penyakit di Musim Pancaroba yang diadakan Persatuan Dokter Penyakit Dalam Indonesia di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya asma, yang paling besar adalah faktor keturunan dan kerentanan atau reaksi alergi terhadap bahan tertentu. "Jika ada orangtua atau kakek nenek yang menderita alergi, anaknya beresiko menderita asma atau bentuk alergi lain," katanya.

Karena asma tidak bisa disembuhkan, pasien asma harus bersahabat dengan penyakitnya. "Ketahui faktor pencetus asmanya. Selama kita bisa menghindari pencetusnya, asma tidak akan kumat," papar dokter konsultan alergi imunologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Pasien asma memiliki hipersensitivitas pada alergen, seperti debu rumah, tepung sari dari bunga, bulu binatang, makanan, infeksi flu, polusi udara dan asap rokok, juga perubahan cuaca.

"Ada juga pasien asma yang penyakitnya kambuh setiap kali mengalami ketegangan emosi, misalnya tertawa terbahak-bahak atau saat sedang stres. Karena itu perhatikan apa saja hal yang membuat asma kita kambuh kemudian hindarilah," ujarnya.

Obat asma

Saat ini tersedia dua jenis obat-obatan asma, yaitu yang bersifat  pengontrol dan pelega. Obat pengontrol biasanya berbentuk semprotan atau hirupan dan harus dipakai setiap hari. Obat ini harus dibawa ke manapun pasien pergi.

Sementara itu obat pelega adalah obat yang dipakai dalam keadaan darurat untuk menghilangkan gejala. "Obatnya hanya dipakai saat gejala muncul tapi tidak bisa mengatasi pembengkakan saluran napas. Karenanya obat ini tidak dipakai setiap hari," kata dr.Iris.

Selain menggunakan obat, pasien asma juga dianjurkan untuk memeriksakan diri teratur ke dokter untuk mengetahui berat ringannya penyakit sehingga obat atau cara hidup perlu disesuaikan.

Meski mengidap asma, penderita tetap disarankan untuk berolahraga karena asma tidak menghambat aktivitas fisik. "Lakukan olahraga teratur, terutama ketika penyakitnya sedang tidak kambuh dan tidak perlu memaksakan diri," ujarnya.

Penderita asma bisa melakukan senam asma karena gerakan-gerakannya bertujuan untuk memperkuat otot-otot pernapasan. Senam ini sebaiknya dilakukan secara teratur untuk hasil yang lebih optimal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.