Hidup Berlanjut dengan "Stoma"

Kompas.com - 12/06/2011, 13:22 WIB
EditorLusia Kus Anna

Bunyi kresek

Suatu pengalaman membuat Yuli mendesain dan menjahit sendiri sarung untuk kantong stoma.

”Suatu hari saya ke mal. Sampai tahun 2000, kantong stoma itu masih seperti kantong gula pasir, transparan. Karena gatal di dekat kantong, saya garuk-garuk. Ternyata bunyi kresek-kresek dan didengar satpam. Saya dikira mencuri dan menyembunyikan curian di balik baju. Ya terpaksa saya tunjukkan kantong yang memang terpasang di perut saya,” tuturnya.

Sejak itu, Yuli memakaikan sarung kain pada kantong stoma yang sedang ia kenakan. Selain mengurangi bunyi bila tergesek, sarung itu juga memperindah pandangan bila kantong stoma terpaksa terlihat orang lain. ”Buat ostomate yang ada suami atau istri, lebih bagus juga kalau dipakaikan sarung kan,” katanya sambil tertawa.

Stoma atau lubang sebenarnya bukan selalu dibuat di perut. Pada pasien yang kesulitan bernapas karena penyakit lain, misalnya, stoma juga bisa dibuat di leher. Namun, di Indonesia, stoma sebagian besar dibuat di perut pada penderita kanker usus besar yang ususnya tidak memungkinkan untuk disambung lagi pascaoperasi.

Dr Adityawati Ganggaiswari menjelaskan, ada kalanya stoma hanya dibuat sementara hingga usus besar bisa disambung kembali. Namun, sebagian pasien mesti melanjutkan hidup dengan stoma permanen.

Memakai kantong stoma pada awalnya selalu menimbulkan ketidaknyamanan, bahkan mengguncang kepercayaan diri ostomate. Penggunaan kurang tepat juga bisa menyebabkan kebocoran yang berakibat iritasi dan bau. Pola makan dan tingkat stres juga bisa memengaruhi kondisi kantong stoma.

Namun, dengan penanganan yang tepat, kantong stoma tidak akan menghalangi aktivitas, juga tidak membuyarkan harapan untuk tetap melanjutkan hidup.

 

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X