Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Anjuran Dokter untuk Mencegah Penyakit ISPA pada Jemaah Haji

Kompas.com - 10/05/2024, 07:30 WIB
Elizabeth Ayudya Ratna Rininta

Penulis

 

KOMPAS.com - Penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), seperti influenza atau batuk pilek, sinusitis, radang tenggorokan akut, laringitis, dan pneuomonia perlu diwaspadai selama ibadah haji.

Terlebih, penyakit infeksi saluran pernapasan (ISPA) paling sering terjadi pada jemaah haji dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: 5 Risiko Masalah Kesehatan Saat Haji yang Perlu Diwaspadai

Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (PP Perdokhi), Dr. dr. Syarief Hasan Lutfie, Sp.K.F.R, MARS, AIFO-K menjelaskan, penyakit ISPA atau flu yang menyerang lansia dapat memicu risiko berat.

“Ketika flu menyerang orang dengan usia senior dan memiliki penyakit komorbid, dapat berisiko berat. ISPA dan pneumonia pun masih menjadi penyakit terbanyak yang ditemui pada jamaah haji Indonesia selama penyelenggaraan kesehatan haji di Arab Saudi pada Tahun 2023,” kata dokter Syarief dilansir dari Antara, Kamis (9/5/2024).

Selama beberapa tahun terakhir infeksi saluran napas merupakan penyakit paling sering untuk jemaah Indonesia selama penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi. Studi di Arab Saudi menunjukkan sekitar 60 persen jamaah yang berkonsultasi di Klinik Primer Mina datang dengan keluhan infeksi saluran napas atas.

Sayangnya, ISPA itu datang usai jamaah mengabaikan gejala yang dirasakan dan tidak melakukan tindakan preventif. Akibatnya, gejala berlanjut sampai terkena pneumonia.

“Jamaah yang dirawat inap di rumah sakit hampir 40 persen disebabkan pneumonia. Sementara jamaah yang dirawat masuk ke ICU sebesar 67 persen disebabkan infeksi saluran napas,” katanya.

Syarief juga membeberkan berdasarkan hasil studi Balkhy yang dilakukan pada 500 pasien jamaah haji, ditemukan bahwa sebanyak 56 persen jamaah dengan infeksi saluran napas terbukti disebabkan virus influenza.

Baca juga: Persiapkan Kebugaran Fisik untuk Ibadah Haji atau Umrah

Dengan demikian, Syarief menganjurkan agar sebelum berangkat ibadah haji atau umroh jamaah sudah melakukan vaksinasi terlebih dahulu sebagai bentuk proteksi diri ketika harus berbaur dengan jamaah dari negara lain di Arab Saudi.

“Inilah pentingnya jamaah membutuhkan vaksin influenza untuk memberikan proteksi diri selama menunaikan ibadah umroh,” ujar Syarief.

Untuk diketahui, vaksin influenza adalah imunisasi untuk melindungi tubuh dari infeksi penyebab influenza (flu).

Dilansir dari Yankes Kemkes, vaksinasi influenza efektif untuk mencegah penularan, serta menekan risiko komplikasi influenza yang berat.

Pada dasarnya, vaksin influenza dapat digunakan untuk mencegah infeksi virus influenza pada setiap individu.

Namun, terdapat kelompok dengan risiko tinggi yang sangat disarankan mendapat vaksin influenza, yaitu ansia di atas 65 tahun, pengidap penyakit kronis, petugas kesehatan, ibu hamil, anak-anak, dan individu dengan daya tahan tubuh.

Selain pemberian vaksin influenza, mencegah penyakit ISPA dapat diupayakan dengan mengurangi kontak dengan orang sakit, mengonsumsi makanan bergizi, minum yang cukup, dan membiasakan mencuci tangan dengan sabun.

Baca juga: Tips Jemaah Haji Bugar di Tanah Suci, Senam Haji 3 Kali Seminggu

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com