Kasus Kekerasan Anak di Kalsel Masih Tinggi

Kompas.com - 17/11/2011, 22:50 WIB
EditorBenny N Joewono

BANJARMASIN, KOMPAS.com - Kasus kekerasan terhadap anak di Kalimantan Selatan masih cukup tinggi mencapai 153 yang terdiri atas kasus pemerkosaan hingga pencurian.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kalimantan Selatan Heriyati di Banjarmasin, Kamis, mengatakan, sebagian besar kasus kekerasan anak adalah pencurian dan pemerkosaan.

Berdasarkan data dari Polda Kalsel, kata Heriyati, kasus pencurian yang melibatkan anak sebanyak 43 kasus, pemerkosaan 20 kasus, penganiayaan sembilan kasus, dan melarikan diri anak di bawah umur 20 kasus.

Kasus lainnya sebanyak 17 kasus, pencabulan 10 kasus, persetubuhan di bawah umur sembilan kasus, pengeroyokan lima kasus dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) satu kasus.

"Dari ratusan kasus tersebut yang masuk dan bisa ditindaklanjuti oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Anak (P2TP2A) hanya 14 kasus," katanya.

Ke-14 kasus tersebut adalah lima kasus penganiayaan, tiga kasus penelantaran, empat kasus permasalahan hak asuh anak dan lain-lain dua kasus.

Ke depan kata Heriyati, diharapkan kasus kekerasan tersebut bisa ditekan melalui berbagai upaya yang telah dilakukan antara lain adalah sosialisasi tentang ancaman hukuman kasus kekerasan terhadap anak.

Selain itu, kata dia, P2TP2A juga akan memberikan pendampingan kepada berbagai permasalahan yang dialami anak hingga anak kembali mendapatkan hak-haknya.

Sedangkan kasus kekerasan terhadap perempuan di Kalsel hingga Oktober 2011, tercatat sebanyak 346 kasus dengan rincian 186 kasus pencurian, KDRT 33 kasus, penganiayaan 28 kasus, penipuan 26 kasus, perkosaan dan perzinahan/penelantaran masing-masing 12 kasus.

Selain itu, pencabulan 10 kasus, pencemaran nama baik dan pengrusakan masing-masing lima kasus dan pengeroyokan dua kasus. Selain beberapa kasus di atas, kasus anak jalanan di Banjarmasin kini juga tumbuh subur.

Sebagian besar anak-anak jalanan baik laki-laki maupun perempuan tersebut meminta-minta dengan berdiri di sepanjang jalan dekat lampu lalu lintas di sepanjang jalan di Banjarmasin.

Sedangkan sebagian lainnya, anak-anak tersebut berkeliling secara bergerombol meminta-minta dari rumah ke rumah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.