Pangan Organik Lebih Bergizi? Belum Tentu

Kompas.com - 06/12/2011, 11:44 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Beberapa tahun belakangan ini, keberadaan pangan organik semakin diminati. Mereka yang memilih pangan organik umumnya beralasan bahwa makanan ini lebih aman dan bergizi ketimbang pangan konvensional.

Lantas, apakah benar pangan organik lebih aman dan bergizi ketimbang pangan konvensional? Jawabannya belum pasti.
 
Sebuah riset terbaru yang dilakukan sejak 50 tahun terakhir telah mengamati tentang kandungan gizi dari makanan organik dan konvensional. Para peneliti menyimpulkan bahwa makanan yang diproduksi secara organik dan konvensional mempunyai nilai kandungan gizi yang sebanding.

Meski begitu, penelitian di bidang ini masih terus berlangsung dan para peneliti masih mencari tahu apakah benar ada perbedaan terkait nilai gizi antara kedua pangan tersebut.

Banyak faktor yang mempengaruhi keputusan seseorang untuk memilih makanan organik. Beberapa orang memilih makanan organik karena mereka lebih menyukai rasai. Namun yang lain memilih organik karena mengkhawatirkan beberapa hal berikut:

* Pestisida

Petani konvensional menggunakan pestisida untuk melindungi tanaman mereka dari serangga dan penyakit. Ketika petani menyemprot pestisida, zat berbahaya tersebut bukan tidak mungkin akan mengkontaminasi makanan. Beberapa orang membeli makanan organik untuk membatasi paparan mereka terhadap bahan kimia tersebut.

* Bahan tambahan

Peraturan dalam pembuatan pangan organik melarang atau sangat membatasi penggunaan bahan pangan tambahan (zat yang digunakan selama pemrosesan, namun tidak ditambahkan langsung ke makanan). Sementara itu, fortifikasi sangat umum digunakan pada makanan non-organik, termasuk pengawet, pemanis buatan, pewarna dan perasa, dan monosodium glutamat.

* Lingkungan

Beberapa orang membeli makanan organik karena alasan lingkungan. Praktek pertanian organik dirancang untuk memberikan manfaat terhadap lingkungan dengan mengurangi polusi, konservasi air dan memperbaiki kualitas tanah.

Apakah ada kerugian untuk membeli organik?

Jika dibandingkan dengan pangan konvensional, untuk mendapatkan makanan organik Anda butuh merogok kocek lebih mahal. Ini disebabkan karena buah dan sayuran organik tidak menggunakan dengan lilin atau pengawet, sehingga mereka dapat rusak lebih cepat.

Selain itu, beberapa produk organik mungkin terlihat kurang sempurna dengan bentuknya yang aneh, warna atau ukuran yang lebih kecil dan bervariasi. Namun, makanan organik harus memenuhi kualitas dan standar keselamatan yang sebanding dengan pangan konvensional.

Tips keamanan pangan

Beberapa tips keamanan pangan berikut ini harus Anda ingat dan terapkan. Tidak peduli apakah Anda hanya mengambil pangan organik saja atau campuran antara organik dan konvensional.

* Pilih berbagai makanan dari berbagai sumber

Cara ini akan memberikan anda campuran nutrisi yang lebih baik dan mengurangi kemungkinan Anda terkena pestisida tunggal.

* Beli buah-buahan dan sayuran di musimnya apabila memungkinkan

Untuk mendapatkan produk segar, tanyakan kepada penjual makanan di pasar, musim buah atau sayuran jenis apa yang dalam waktu dekat akan berlansung.

* Baca label makanan dengan hati-hati

Jangan karena sudah membeli sebuah produk organik, lantas Anda tidak memeriksa label nutrisi yang tertera pada makanan. Beberapa produk organik mungkin masih memiliki kandungan tinggi gula, lemak garam, atau kalori.

* Cuci dan gosok buah-buahan segar dan sayuran secara menyeluruh dengan air mengalir

Mencuci membantu menghilangkan kotoran, bakteri dan jejak bahan kimia dari permukaan buah dan sayuran. Tidak semua residu pestisida dapat dihilangkan dengan mencuci. Sebagai gantinya Anda dapat mengupas buah dan sayuran, tetapi dengan mengupasnya berarti Anda akan kehilangan beberapa serat dan nutrisi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.