Kompas.com - 08/10/2012, 06:26 WIB
EditorAsep Candra

Jakarta, Kompas — Lendir berperan dalam menjaga saluran pernapasan. Namun, lendir yang berlebihan pada penderita asma bisa mengancam nyawa.

”Ketahanan tubuh dan saluran pernapasan dijaga oleh mekanisme yang tidak spesifik, seperti batuk, hingga oleh sistem lendir (mukus) di saluran pernapasan,” kata Wiwien Heru Wiyono, dokter spesialis paru dari Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi Universitas Indonesia dan RS Persahabatan, dalam The 14th International Meeting on Respiratory Care Indonesia (Respina) 2012, Jumat (5/10/2012), di Jakarta.

Wiwien mengatakan, mukus berfungsi melembabkan saluran napas dan menjerat mikroorganisme atau kotoran untuk dikeluarkan lewat batuk. ”Mukus biasanya encer, tetapi bisa mengental untuk menangkap mikroorganisme atau kotoran,” ujarnya.

Gen mukus teraktivasi oleh kuman. Bentuk awal yang berupa butiran berubah menjadi lendir.

Namun, pada penderita asma, yakni penyakit peradangan kronis dan terkait dengan kesensitifan, produksi mukus terlalu banyak sehingga menyumbat jalan napas dan menyebabkan kematian. Hal itu terjadi pada serangan asma berat.

Pada penderita asma, mukus diproduksi terus. Untuk asma ringan, terjadi pembersihan saluran napas sentral. Produk dari peradangan di jalan napas ikut memicu peningkatan produksi mukus.

Pada asma berat, mukus yang kental dan lengket sangat sulit diurai. Adanya ikatan disulfida membuat pelekatan kuat dan sulit dilepaskan. Sumbatan menjadi parah. Untuk mengatasinya, ikatan disulfida perlu diputus sehingga lendir cair dan mudah dikeluarkan. Salah satu cara adalah dengan obat N-Acetylcysteine.

Dalam kesempatan yang sama, Wahyuningsih dari Departemen Pulmonologi RS Pusat Pertamina mengatakan, N-Acetylcysteine telah digunakan sebagai agen mukolitik dalam menghadapi masalah di saluran pernapasan. N-Acetylcysteine memengaruhi ekspresi lendir dengan mengatasi peradangan. Zat itu berinteraksi dengan ikatan disulfida pada protein di lendir bronkus, kemudian memecahnya sehingga menjadi lebih cair dan mudah dikeluarkan.

N-Acetylcysteine terbukti menjadi agen antioksidan yang dapat meredakan peradangan. Selain itu, untuk mengurangi serangan, penderita harus pandai mengelola asmanya. (INE)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.