Kompas.com - 01/05/2013, 09:28 WIB
EditorAsep Candra

Dibandingkan anak yang tak menderita sleep apnea sama sekali, anak dengan sleep apnea punya kemungkinan lebih besar untuk dilaporkan orang tuanya mangalami hiperaktivitas, gangguan konsentrasi, gangguan komunikasi, kemampuan sosial dan merawat diri yang kurang, serta gangguan perilaku.

Anak yang menderita sleep apnea dari awal hingga akhir penelitian dilaporkan orang tuanya memiliki gangguan belajar hingga 7 kali lipat. Penelitian ini juga laporkan bahwa anak-anak ini punya kemungkinan tiga kali lipat untuk mendapat nilai C atau lebih rendah.

Kesimpulan

Penelitian ini menunjukkan bahwa mendengkur pada anak memiliki risiko yang tidak kecil. Akibat sleep apnea pada anak tak bisa diremehkan. Kita sudah lama mengetahui bahwa mendengkur dan sleep apnea menyebabkan gangguan proses tumbuh kembang. Kini kita juga tahu akibatnya pada perilaku dan kemampuan belajar anak.

Kebanyakan sleep apnea anak disebabkan oleh bengkaknya kelenjar adenoid dan amandel, hingga perawatan utama biasanya diarahkan pada pengangkatan kedua kelenjar ini. Strategi menunda-nunda dan berharap kedua kelenjar ini akan mengecil dengan sendirinya sudah harus ditinggalkan. Kita lihat sendiri dari hasil penelitian ini betapa merugikannya jika sleep apnea dibiarkan tidak dirawat selama lima tahun.

Ingat juga, bahwa pembedahan bukanlah satu-satunya perawatan sleep apnea bagi anak. Ada juga perawatan dengan gunakan continuous positive airway pressure (CPAP). Namun patut diakui bahwa penggunaan CPAP pada anak tidaklah mudah.

Diagnosa yang tepat diperlukan untuk menyingkirkan segala keraguan. Untuk itu diperlukan pemeriksaan yang seksama. Disamping pemeriksaan THT, diperlukan juga pemeriksaan tidur untuk tegakkan diagnosa adanya sleep apnea. Pemeriksaan tidur dengan polisomnografi (PSG) dapat dilakukan di laboratorium tidur yang tentu telah dibuat bersahabat dengan anak.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.