Kompas.com - 04/05/2013, 07:21 WIB
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS - Kelainan kulit, rambut rontok, dan peradangan selaput sinovial yang menyebabkan pengumpulan cairan di sendi lutut masuk menjadi kriteria diagnosis lupus. Adapun kondisi tidak tahan sinar matahari dieliminasi dari kriteria.

Hal itu dikemukakan Guru Besar Hematologi Onkologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Zubairi Djoerban dalam diskusi ”Lupus dan Keragamannya” di FKUI/Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo, Jakarta, Jumat (3/5).

Menurut Zubairi, dalam Kongres Lupus Sedunia di Buenos Aires, Argentina, 7-21 April, ditetapkan perubahan kriteria diagnosis penyakit lupus. Selain perubahan di atas, kini anemia hemolitik, leukopenia (berkurangnya jumlah sel darah putih), dan trombositopenia (turunnya jumlah keping darah) tidak lagi digabung, tetapi dipisah-pisah. Dengan kriteria itu, ujar Zubairi, sensitivitas deteksi meningkat dari 86 persen menjadi 92 persen.

Ketua Yayasan Lupus Indonesia Tiara Savitri mengatakan, perubahan kriteria diagnosis lupus perlu disosialisasikan, baik kepada dokter maupun masyarakat, terutama penderita lupus.

”Walau kami sudah memiliki komunitas di sejumlah kota, pemerintah belum mengeluarkan informasi apa pun tentang lupus. Akhirnya kami turun tangan sendiri,” kata Tiara.

Salah satu penderita lupus sejak tahun 2006, Yuliana, mengharapkan kriteria terbaru itu bisa memberikan kejelasan bagi dokter untuk mendiagnosis lupus.

”Para dokter di daerah terkadang salah melakukan diagnosis. Akibatnya, penderita lupus meninggal dunia karena terlambat penanganannya,” Yuliana menuturkan.

Dalam kongres itu, dipresentasikan pula antibodi terbaru untuk menangani lupus, yakni belimumab. Namun, menurut Zubairi, efektivitas belimumab hanya 30 persen dan kurang bermanfaat bagi etnis Afro-Amerika. (K06)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Manfaat Makan Kacang Tanah untuk Penderita Diabetes

Manfaat Makan Kacang Tanah untuk Penderita Diabetes

Health
Cacat Septum Ventrikel

Cacat Septum Ventrikel

Penyakit
Makanan yang Harus Dihindari setelah Alami Keracunan Makanan

Makanan yang Harus Dihindari setelah Alami Keracunan Makanan

Health
Limfoma Sel Mantel

Limfoma Sel Mantel

Penyakit
Cara Hilangkan Kutu Rambut dengan Minyak Kelapa

Cara Hilangkan Kutu Rambut dengan Minyak Kelapa

Health
Pahami Pemicu dan Cara Mencegah Selulit

Pahami Pemicu dan Cara Mencegah Selulit

Health
Hidradenitis Supurativa

Hidradenitis Supurativa

Penyakit
Susu Almond vs Susu Kedelai, Mana yang Lebih Sehat?

Susu Almond vs Susu Kedelai, Mana yang Lebih Sehat?

Health
Sistokel

Sistokel

Penyakit
Nyeri Dada sampai ke Punggung Gejala Penyakit Apa?

Nyeri Dada sampai ke Punggung Gejala Penyakit Apa?

Health
Dystocia

Dystocia

Penyakit
9 Obat Batuk Alami yang Ampuh dan Praktis Dijajal di Rumah

9 Obat Batuk Alami yang Ampuh dan Praktis Dijajal di Rumah

Health
Hematuria

Hematuria

Penyakit
10 Sayuran yang Mengandung Antioksidan Tinggi

10 Sayuran yang Mengandung Antioksidan Tinggi

Health
Mononukleosis

Mononukleosis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.