Kompas.com - 20/05/2013, 11:17 WIB
EditorAsep Candra

KOMPAS.com - Deadline pekerjaan yang ketat, kondisi keuangan yang memburuk, hingga hubungan sosial yang kurang harmonis adalah faktor penyebab stres yang paling dominan saat ini.

Bagi Anda yang sedang berdiet dengan tujuan menurunkan berat badan, tentu hal ini bisa menjadi tantangan tersendiri karena stres bisa menjadi musuh utama dalam program diet Anda. Mengapa demikian?

Stres adalah respon tubuh secara fisik, emosional maupun perilaku untuk sesuatu yang mengganggu keseimbangan Anda atau meresahkan Anda dengan berbagai cara. Stres dapat menimbulkan efek buruk pada diet dan berat badan Anda.

Ironisnya lagi, stres merupakan salah satu faktor risiko terjadinya penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan stroke. Ketika Anda sedang mengalami stres, maka sebuah hormon stres, yaitu kortisol, akan dilepaskan dan mempengaruhi pelepasan berbagai macam hormon lainnya.

Secara umum, stres dapat mempengaruhi berat badan Anda melalui:

Gangguan metabolisme

Tingginya kadar kortisol juga dapat membuat metabolisme tubuh melambat, sehingga pembakaran kalori dalam tubuh berkurang. Tentu saja hal ini akan mempengaruhi hasil diet dan membuat berat badan Anda semakin sulit turun, bahkan akan cenderung naik.
Emotional Eating

Stres bisa memicu terjadinya emotional eating. Suatu bentuk luapan ekspresi yang disalurkan dengan cara makan berlebihan agar perasaan menjadi lebih tenang. Jika yang dikonsumsi adalah makanan tak sehat (berlemak, manis, terlalu asin), maka kebiasaan ini dapat mengakibatkan berat badan bertambah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meningkatkan timbunan lemak

Berdasarkan sebuah studi, stres berkaitan dengan penumpukan lemak di dalam tubuh. Hormon kortisol diduga sebagai penyebabnya. Hormon tersebut dapat membangkitkan rasa lapar dan membuat orang yang stres makan berlebihan. Hasilnya, lemak di tubuh pun bertambah.

Selain meningkatkan berat badan, penumpukan lemak tersebut juga berpotensi memicu penyakit jantung dan stroke. Studi lain juga mendukung penemuan tersebut dan menyebutkan lemak yang terlalu banyak dapat merusak sistem metabolisme.

Gula darah

Stres berkepanjangan juga mempengaruhi level gula darah Anda, terutama jika Anda kecanduan makanan yang manis-manis. Jika berlangsung dalam waktu yang lama maka dapat mengakibatkan tubuh menjadi resisten terhadap insulin, hormon yang mengendalikan gula darah dalam tubuh, sehingga dapat memicu penyakit diabetes.
Redakan Stres & Dapatkan Berat Badan Ideal

Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Manfaat Tidur Terlentang yang Jarang Diketahui

6 Manfaat Tidur Terlentang yang Jarang Diketahui

Health
Neuritis Optik

Neuritis Optik

Penyakit
7 Manfaat Pilates untuk Lansia

7 Manfaat Pilates untuk Lansia

Health
Sifilis

Sifilis

Penyakit
Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Serangan Jantung?

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Serangan Jantung?

Health
Psikosis

Psikosis

Penyakit
4 Gejala Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

4 Gejala Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

Health
Nistagmus

Nistagmus

Penyakit
6 Makanan Rendah Natrium untuk Meningkatkan Kesehatan Jantung

6 Makanan Rendah Natrium untuk Meningkatkan Kesehatan Jantung

Health
Tamponade Jantung

Tamponade Jantung

Penyakit
9 Gejala Kekurangan Natrium yang Perlu Diwaspadi

9 Gejala Kekurangan Natrium yang Perlu Diwaspadi

Health
Intoleransi Laktosa

Intoleransi Laktosa

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

Health
Cacar Monyet

Cacar Monyet

Penyakit
 4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.