Kompas.com - 20/05/2013, 11:25 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Selain dmemenuhi kebutuhan biologis, hubungan seksual juga dapat meningkatkan keintiman dan rasa saling percaya pasangan suami istri. Namun ketika hamil, dapatkah berhubungan seks dilakukan?

Spesialis kebidanan dr. UF Bagazi, SpOG dari Brawijaya Woman & Children Hospital mengatakan, berhubungan seks saat hamil memang kerap menjadi dilema pasangan suami isteri. Pasalnya, saat hamil gairah seks wanita menurun, terutama saat trimester satu dan dua, sedangkan pria tidak mengalami hal tersebut.

"Ini kadang menjadi problema bagi suami untuk memenuhi kebutuhan biologisnya. Sebaliknya, saat trimester ketiga gairah istri sudah kembali normal namun kehamilan sudah membesar," paparnya dalam talk show Prenagen & The City - Be a Gorgeous Mom di Jakarta, Sabtu (18/5/2013).

Namun Bagazi mengatakan, berhubungan seks saat hamil boleh-boleh saja dilakukan. Hanya saja, ada beberapa syarat yang perlu diperhatikan dalam berhubungan seks di saat hamil. Berikut Bagaazi menyampaikan beberapa syarat berhubungan seks saat kehamilan.

1. Kandungan sehat

Kandungan sehat artinya kehamilan berlangsung normal tanpa adanya gangguan atau penyakit. Gangguan saat kehamilan dapat berupa mulut rahim terbuka, ketuban pecah, infeksi, dan lain-lain. "Agar aman, maka rutinlah melakukan pemeriksaan keadaan kehamilan," tandas Bagazi.

2. Ibu tidak pernah keguguran

Jika ada riwayat keguguran sebelumnya, sebaiknya pasangan suami istri menghindari berhubungan seks di saat kehamilan karena dikhawatirkan akan terjadi keguguran lagi. Keguguran dapat disebabkan oleh kelainan pada kehamilan atau infeksi.

3. Bukan kehamilan ganda

Wanita yang mengalami kehamilan multipel yaitu kehamilan lebih dari kembar dua disarankan tidak berhubungan seks saat hamil. Menurut Bagazi, risiko berhubungan seks cukup tinggi karena beban kehamilan juga tinggi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Cara Menyusui Bayi?

Bagaimana Cara Menyusui Bayi?

Health
Manfaat Pemberian ASI Bagi Bayi dan Ibu

Manfaat Pemberian ASI Bagi Bayi dan Ibu

Health
7 Manfaat Vitamin B Kompleks untuk Kesehatan

7 Manfaat Vitamin B Kompleks untuk Kesehatan

Health
12 Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Mengatasinya

12 Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Mengatasinya

Health
Apa yang Perlu Diketahui dari Kasus Hepatitis Misterius pada Anak?

Apa yang Perlu Diketahui dari Kasus Hepatitis Misterius pada Anak?

Health
Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Health
Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Health
Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Health
Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Health
7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

Health
6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

Health
5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Health
Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

Health
8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.