Kompas.com - 29/05/2013, 06:47 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com — Mendadak, INA-CBG' s menjadi deretan aksara yang kerap muncul di pemberitaan media massa, terutama menyusul ramainya pro-kontra masalah Kartu Jakarta Sehat (KJS). Apakah INA-CBG's itu?

Kepanjangan dari deretan huruf tersebut adalah Indonesia Case Base Groups. Gara-gara INA-CBG's ini, 16 rumah sakit sempat menyatakan berniat mundur dari KJS, salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Jadi, apa sebenarnya INA-CBG's?

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emmawati mengatakan, INA-CBG's adalah sebuah sistem pembayaran dengan sistem "paket", berdasarkan penyakit yang diderita pasien. KJS menerapkan sistem pembayaran ini untuk pelayanan baru kesehatan bagi warga Jakarta.

Untuk lebih gamblang, sebuah contoh dipaparkan Dien. Misalnya, seorang pasien menderita demam berdarah. Dengan demikian, sistem INA-CBG's sudah "menghitung" layanan apa saja yang akan diterima pasien tersebut, berikut pengobatannya, sampai dinyatakan sembuh.

"Paket" layanan kesehatan yang didapat pasien merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan. Di dalamnya mencakup jenis obat dan kelas perawatan bila harus menjalani rawat inap.

"Sistem ini sangat efisien sehingga ada standar mutu pelayanan yang seragam bagi warga se-Jakarta," kata Dien kepada wartawan di sela-sela pembagian KJS, Selasa (28/5/2013). Dia pun mengatakan, konsep INA-CBG's disusun Kementerian Kesehatan, dan program KJS menjadi semacam pilot project penerapannya.

Rencananya, imbuh Dien, sistem pembayaran ini akan diterapkan di seluruh Indonesia pada 2014. Syaratnya, itu bila "uji coba" di Jakarta dinyatakan berhasil.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berbeda dengan program jaminan kesehatan yang pernah ada sebelumnya, kata Dien, INA-CBG's dapat dikontrol dengan lebih baik. Perbedaan paling mendasar adalah ada atau tidaknya standar layanan kesehatan. "Dulu, klaim yang diajukan rumah sakit tidak terkontrol. Model paket pelayanan esensial rumah sakit itu seolah-olah tidak ada batasan klaim pasien hingga berpengaruh di pelayanan yang bervariasi atau tidak merata," papar dia.

Dengan sistem sebelumnya, lanjut Dien, rumah sakit juga punya kemungkinan memberikan obat yang terlalu mahal, sementara ada obat lebih murah dengan kemanjuran serupa. Sistem INA-CBG's, kata dia, mengantisipasi hal-hal semacam itu terus terjadi. "INA-CBG's, rumah sakit dituntut memberikan pelayanan sesuai standar, dan yang paling penting tak mengejar profit semata."

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Mengenal 3 Jenis Afasia yang Banyak Dialami Penderita Stroke

    Mengenal 3 Jenis Afasia yang Banyak Dialami Penderita Stroke

    Health
    Polihidramnion

    Polihidramnion

    Penyakit
    Manfaat Buang Air Kecil setelah Berhubungan Seksual untuk Wanita

    Manfaat Buang Air Kecil setelah Berhubungan Seksual untuk Wanita

    Health
    Hipognadisme

    Hipognadisme

    Penyakit
    Benarkah Tidur Tanpa Bantal Bermanfaat bagi Kesehatan?

    Benarkah Tidur Tanpa Bantal Bermanfaat bagi Kesehatan?

    Health
    Radang Dingin (Frostbite)

    Radang Dingin (Frostbite)

    Penyakit
    4 Cara Mengobati Vitiligo dengan Obat dan Tindakan Medis

    4 Cara Mengobati Vitiligo dengan Obat dan Tindakan Medis

    Health
    Sindrom Mayat Berjalan (Sindrom Cotard)

    Sindrom Mayat Berjalan (Sindrom Cotard)

    Penyakit
    Mengenal Penyebab dan Cara Mengatasi Kuku Mengelupas

    Mengenal Penyebab dan Cara Mengatasi Kuku Mengelupas

    Health
    Hipopituitarisme

    Hipopituitarisme

    Penyakit
    3 Makanan yang Harus Dibatasi Penderita Epilepsi

    3 Makanan yang Harus Dibatasi Penderita Epilepsi

    Health
    Akathisia

    Akathisia

    Penyakit
    Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Covid-19

    Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Covid-19

    Health
    Abses Peritonsil

    Abses Peritonsil

    Health
    6 Penyebab Jerawat di Dahi dan Cara Mencegahnya

    6 Penyebab Jerawat di Dahi dan Cara Mencegahnya

    Health
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.