Kompas.com - 15/08/2013, 07:45 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Demensia atau penyakit penurunan kemampuan kognitif sehingga penderitanya kerap kesulitan mengingat umumnya terjadi pada orang lanjut usia di atas 65 tahun. Demensia terjadi karena kerusakan bagian-bagian otak yang berhubungan dengan fungsi mengingat. Namun demensia juga bisa terjadi lebih dini karena faktor-faktor tertentu.

Adalah para peneliti asal Swedia yang mengidentifikasi sembilan faktor risiko yang berhubungan dengan demensia dini. Mereka mengatakan, faktor-faktor tersebut bahkan kebanyakan bisa terjadi di usia remaja. Meskipun beberapa di antaranya bisa dicegah atau diobati.

Ketua peneliti studi Peter Nordstrom dari departemen pengobatan komunitas dan rehabilitasi di Umea University mengatakan, alkohol merupakan faktor terpenting yang ditemukan dalam studi ini. Sementara itu, faktor keturunan merupakan faktor yang paling kecil mempengaruhi demensia dini.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Internal Medicine ini menemukan sembilan faktor pemicu demensia dini yaitu: keracunan alkohol, stroke, penggunaan obat-obat antipsikotik, depresi, kecanduan narkoba, memiliki ayah dengan demensia, fungsi mental yang kurang baik, bertubuh pendek, dan memiliki tekanan darah tinggi.

Secara keseluruhan, faktor-faktor tersebut mempengaruhi 68 persen kasus demensia dini. Dan pria yang memiliki paling tidak dua faktor risiko, 20 persen lebih mungkin mengalami demensia.

Studi tersebut mengumpulkan data dari pria yang terdaftar sebagai militer di Swedia dari tahun 1969 hingga 1979. Mereka rata-rata berusia 18 tahun saat itu, selanjutnya mereka diikuti selama sekitar 37 tahun. Para peneliti menemukan, 487 orang di antara responden mengalami demensia dini di usia rata-rata 54 tahun.

"Faktor yang teridentifikasi kebanyakan bisa dimodifikasi dan dilacak sejak remaja, sehingga sangat bisa dicegah," ujar Nordstrom.

Asisten profesor kedokteran di University of Michigan yang terlibat dalam editorial jurnal Dr Deborah Levine mengatakan, demensia dini merupakan keadaan yang menyulitkan untuk penderitanya sekaligus keluarganya. Sehingga studi ini memprioritaskan pada cara pencegahannya.

Studi tersebut mengatakan, demensia diperkirakan terjadi pada 35 juta orang di seluruh dunia dan akan mengalami peningkatan tajam di tahun 2050.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.